200 Pemuda Sorong Selatan dan Maybarat Ikuti Youth Camp GSJA, Ketua Panitia: Kami Sedang Menyiapkan Generasi Pembuat Perubahan

200 Pemuda Sorong Selatan dan Maybarat Ikuti Youth Camp GSJA, Ketua Panitia: Kami Sedang Menyiapkan Generasi Pembuat Perubahan

Teminabuan, Melanesiapost - Sebanyak 200 pemuda Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) dari Kabupaten Sorong Selatan dan Maybarat mengikuti Youth Camp GSJA 2026 yang mengusung tema “Change Maker (Pembuat Perubahan)”. Kegiatan ini dipusatkan di Sorong Selatan sebagai wadah pembinaan rohani, pembentukan karakter, dan penguatan pelayanan bagi generasi muda gereja.

Ketua Panitia Pelaksana, Tofan Keba, menegaskan bahwa Youth Camp tahun ini bukan sekadar kegiatan perkemahan rohani, tetapi merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan pemuda gereja menjadi agen perubahan di tengah masyarakat Papua Barat Daya.

“Tujuan utama pelaksanaan Youth Camp GSJA tahun ini adalah untuk membina dan memperlengkapi pemuda gereja agar semakin bertumbuh dalam iman, karakter, dan pelayanan kepada Tuhan. Kami ingin anak-anak muda GSJA tidak hanya aktif di gereja, tetapi juga mampu menjadi pembuat perubahan di keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat,” ujar Tofan Keba dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, tema “Change Maker” dipilih karena pemuda gereja dinilai memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.


Perubahan tidak dimulai dari banyak orang, tetapi dari hati yang mau dipakai Tuhan. Melalui Youth Camp ini kami ingin membangkitkan kesadaran bahwa pemuda GSJA harus menjadi terang, membawa damai, menolak kekerasan, menjauhi narkoba, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kami percaya generasi muda Papua mampu berdiri di garis depan untuk membawa perubahan yang positif,” katanya.

Peserta dari Dua Kabupaten Menurut Tofan, kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai jemaat GSJA di dan Kehadiran 200 peserta dari Maybrat dan Sorong Selatan menunjukkan bahwa semangat pemuda untuk bertumbuh dalam Tuhan sangat besar. 

Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu tujuan, yaitu diperlengkapi menjadi generasi yang takut akan Tuhan dan siap melayani,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama kegiatan para peserta mengikuti pembinaan rohani, ibadah, seminar kepemudaan, diskusi kelompok, serta berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun disiplin dan kerja sama.

Pembicara dari STT Maluku Materi utama Youth Camp disampaikan oleh Agustinus Sahureka, S.Pd.K., M.Th., dosen dari Kehadiran pembicara dari luar daerah diharapkan dapat memperluas wawasan pelayanan dan kepemimpinan pemuda GSJA.

Kami menghadirkan pembicara yang memiliki pengalaman dalam pembinaan pemuda dan pelayanan gereja. Harapannya, peserta tidak hanya pulang dengan semangat sesaat, tetapi membawa pemahaman yang mendalam tentang panggilan hidup sebagai anak Tuhan dan pemimpin masa depan,” kata Tofan.

Dalam kesempatan tersebut, Tofan Keba juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan.

Saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Sorong Selatan yang telah memberikan dukungan penuh kepada panitia Youth Camp GSJA. Dukungan pemerintah menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, baik gereja maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Sorong Selatan yang hadir membuka kegiatan secara resmi.

Tofan juga menyampaikan penghargaan kepada Bupati Sorong Selatan yang menutup rangkaian kegiatan Youth Camp GSJA.

Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan karena telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Youth Camp GSJA tahun 2026. 

Dukungan ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki kepedulian yang besar terhadap pembinaan karakter, moral, dan kerohanian generasi muda. 

Sinergi antara pemerintah dan gereja seperti inilah yang harus terus dibangun demi menciptakan generasi Papua yang berintegritas, beriman, dan mampu menjadi pemimpin masa depan," ujar Ketua Panitia, Tofan Keba.

Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Sorong Selatan yang telah membuka secara resmi kegiatan Youth Camp GSJA.pada tanggal Tanggal.( 29/6/2026) 

 Kehadiran beliau bukan hanya memenuhi undangan seremonial, tetapi menjadi penyemangat bagi seluruh peserta bahwa pemerintah hadir mendukung setiap upaya gereja dalam membentuk pemuda yang berkualitas, memiliki karakter yang kuat, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat sesuai tema 'Change Maker'," katanya.

Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut sehingga gereja dan pemerintah dapat berjalan bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sorong Selatan maupun Papua Barat Daya,"

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Sorong Selatan yang telah menutup kegiatan Youth Camp GSJA. Pada tanggal.(1/7/2026).Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan pemuda gereja dan pembangunan sumber daya manusia di Sorong Selatan,” ujarnya.

Pemuda Papua Harus Menjadi Pembawa Harapan Menutup keterangannya, Tofan menegaskan bahwa hasil utama dari Youth Camp bukan hanya jumlah peserta, melainkan perubahan hidup yang nyata setelah kembali ke jemaat masing-masing.

Kami tidak ingin Youth Camp ini berhenti sebagai acara tahunan semata. Kami ingin lahir pemuda-pemuda yang berani berkata benar, hidup kudus, melayani dengan tulus, dan menjadi pembawa harapan bagi Papua Barat Daya. Tema ‘Change Maker’ harus terlihat dalam tindakan nyata setelah mereka kembali ke gereja dan masyarakat,” tutup Tofan Keba.

Dengan berakhirnya Youth Camp GSJA 2026, para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing sebagai generasi muda yang lebih kuat dalam iman, matang dalam karakter, dan siap menjadi pelayan Tuhan sekaligus pembangun masyarakat di Tanah Papua.(GK)