Diskominfo Sorong Selatan Perkuat SDM Komunikasi Publik, KIM Disiapkan Jadi Jurnalis hingga Pilot Drone
TEMINABUAN, melanesiapost - Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang komunikasi publik penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Komunikasi Publik Tahun 2026 yang membekali peserta dengan kemampuan jurnalistik, fotografi, editing video hingga pengoperasian drone.
Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sorong Selatan, Dewi Nurrul Ch. Heremba, SE., M.Tr.AP, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menyasar aparatur di lingkungan Diskominfo, tetapi juga Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang selama ini telah dibentuk di sejumlah distrik.
Teman-teman atau peserta yang telah mengikuti kegiatan ini merupakan peserta dari Kelompok Informasi Masyarakat yang telah kami bentuk sejak tahun 2023. Saat itu ada sekitar sembilan kelompok informasi masyarakat, tetapi dari sembilan kelompok tersebut hanya lima yang masih aktif sampai tahun 2026,” kata Dewi.(25/9/2026).
Menurutnya, lima kelompok yang masih aktif tersebut kini kembali mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu menjalankan fungsi penyebarluasan informasi dari tingkat distrik hingga masyarakat luas Lima kelompok yang masih aktif itu telah kami bekali hari ini. Kemudian staf yang ada di Dinas Kominfo juga telah dibekali selama dua hari ini, ujarnya.
Dewi menegaskan, pelatihan tersebut diarahkan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi memiliki kemampuan teknis yang dapat langsung digunakan ketika berada di lapangan kami berharap setelah pelatihan ini mereka langsung bisa menjadi seorang jurnalistik, menjadi editor, menjadi pilot drone dan fotografer yang handal,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan karena perkembangan informasi saat ini menuntut pemerintah memiliki sumber daya manusia yang mampu bekerja cepat dalam mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan kepada publik.
Mereka bisa dipercayakan oleh pemerintah untuk terjun ke lapangan ketika ada instansi atau kejadian-kejadian yang perlu diinformasikan. Mereka juga bisa turun mengambil informasi, meliput kegiatan pemerintah daerah, kemudian mengedit serta mempublikasikan kegiatan-kegiatan tersebut,” jelasnya.
Dewi mengatakan, keberadaan KIM di tingkat distrik diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan potensi Kabupaten Sorong Selatan kepada masyarakat luas.
Ia menyebut kelompok informasi masyarakat yang berada di Teminabuan, Konda, Wayer, Seremuk, Sawiat dan Moswaren dapat menjadi perpanjangan tangan Diskominfo dalam mengangkat potensi masing-masing wilayah.
Kami berharap mereka-mereka inilah yang menjadi perpanjangan tangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sorong Selatan untuk penyebarluasan informasi dari bekal yang mereka dapat selama dua hari ini,” katanya.
Menurut Dewi, informasi yang diproduksi tidak harus selalu berkaitan dengan pemerintahan. Potensi pariwisata, kuliner, pertanian, perkebunan hingga produk masyarakat di setiap distrik juga perlu dikemas menjadi informasi yang menarik.
Mudah-mudahan mereka bisa mengangkat apa yang ada di distrik mereka. Misalnya pariwisatanya, kemudian kulinernya, hasil kebunnya atau hasil pertaniannya,” ujarnya.
Di Seremuk, misalnya, ada udang yang bisa dipublikasikan. Di Moswaren ada hasil pertanian yang bisa diangkat. Di Seremuk juga ada wisata Kali Klaogin yang bisa dipromosikan,” kata Dewi.
Di Sawiat juga ada wisata alam yang memang perlu diekspos agar penyebarluasan informasi yang ada di Kabupaten Sorong Selatan ini bisa dinikmati juga oleh orang-orang di luar Kabupaten Sorong Selatan,” sambungnya.
Karena itu, ia mendorong peserta tidak berhenti pada kemampuan dokumentasi, tetapi mulai membangun kemampuan sebagai konten kreator mereka bisa lebih aktif lagi di media sosial dan bisa menjadi seorang konten kreator untuk memperkenalkan Sorong Selatan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, peserta kegiatan dari Distrik Seremuk, Roy Petrus Kamesrar, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, khususnya Diskominfo, yang memberikan pelatihan komunikasi publik kepada masyarakat.
Saya mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, terlebih khusus Dinas Kominfo, yang telah menyelenggarakan sebuah kegiatan yang sangat luar biasa untuk membangkitkan sumber daya manusia kami sebagai OAP tetapi juga non-OAP yang ada di Kabupaten Sorong Selatan,” kata Roy.
Ia menilai pelatihan tersebut memberikan kemampuan baru bagi peserta untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih baik kami sangat bersyukur karena kegiatan ini dapat mengasah kemampuan kami dalam memberikan informasi kepada khalayak publik,” ujarnya.
Roy mengatakan selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh sejumlah materi yang menurutnya sangat penting dalam mendukung kerja-kerja penyebarluasan informasi dari hari pertama sampai hari kedua kami menerima materi yang begitu luar biasa. Ada beberapa materi, baik itu menulis, kemudian pelatihan menggunakan pilot drone, dan yang terakhir editing video,” katanya.
Menurutnya, ketiga kemampuan tersebut saling berkaitan dalam menghasilkan informasi yang dapat diterima masyarakat Tiga hal ini sangat luar biasa karena tiga hal ini yang membackup informasi supaya informasi itu dapat baik kepada masyarakat,” ujar Roy.
Ia mengaku sebelumnya sudah memiliki kemampuan dalam menulis, namun masih membutuhkan pengetahuan mengenai teknik mengambil gambar dan dokumentasi kalau saya sendiri sangat bersyukur karena ada beberapa hal yang perlu saya pahami. Saya sudah bisa dalam menulis, tetapi ada beberapa hal yang belum saya pahami, yaitu menggunakan kamera dan bagaimana kita bisa melihat sesuatu yang baik supaya kita dapat mengambil gambar objek yang baik,” katanya.
Roy menyebut pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama dalam penggunaan drone Puji Tuhan dari kegiatan ini ada sedikit ilmu yang bisa masuk dan bisa saya gunakan untuk melakukan dokumentasi dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Meski demikian, Roy mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas SDM perlu dibarengi dengan dukungan fasilitas agar peserta dapat menjalankan kemampuan yang telah diperoleh di lapangan kendala yang mungkin kami hadapi di lapangan itu pertama berkaitan dengan alat. Alat itu mungkin seperti handphone dan juga media internet yang kurang membaik,” katanya.
Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat memperkuat akses internet di wilayah kerja kelompok informasi masyarakat kami berharap ke depan pemerintah, terlebih khusus dinas terkait, juga bisa membackup bagian itu. Kalau memang di setiap titik ada KIM dari kami, mungkin bisa dipasang Wi-Fi,” harapnya.
Roy mengaku sebelumnya pernah mendapatkan bantuan fasilitas internet, namun masih menghadapi kendala ketika digunakan kalau tahun 2023 sudah sempat ada, Dinas Kominfo telah memberikan bantuan berupa Wi-Fi. Tetapi sampai saat ini saya sendiri belum bisa menggunakan secara maksimal karena mengalami kendala ketika beberapa orang masuk maka menjadi lambat,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian agar informasi dari distrik dapat disampaikan dengan cepat kepada Diskominfo maupun pemerintah daerah saya berharap supaya ke depan pemerintah, terlebih khusus dinas terkait, bisa membackup bagian itu supaya saya bisa mengakses internet dan memberikan informasi kepada Kominfo tetapi juga kepada Pemerintah Sorong Selatan,” ujarnya.
Roy juga mengaku materi menulis masih menjadi bagian yang paling ia sukai karena sudah menjadi kebiasaan Dari tiga materi tadi, saya lebih memahami materi menulis karena saya lebih banyak membaca dan menulis dan saya paling suka ada di bagian itu. Itu memang sudah menjadi satu hal yang sudah menjadi kebiasaan,” katanya.
Namun, ia mengakui penggunaan drone menjadi pengalaman yang benar-benar baru yang paling saya fokuskan adalah beberapa materi yang sebelumnya belum saya pahami, yaitu editing dan penggunaan alat berupa pilot drone. Pilot drone itu salah satu hal yang baru untuk saya coba,” ungkapnya.
Ia bahkan merasa pengalaman menerbangkan drone memberikan kesan tersendiri luar biasa, tadi saya bisa menerbangkan drone. Drone ini saya bisa bawa, kenapa pesawat biasa saya tidak bisa,” katanya sembari berseloroh.
Dengan pelatihan tersebut, Roy berharap kemampuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar digunakan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan potensi serta aktivitas masyarakat di distrik masing-masing kalau kemampuan ini terus dikembangkan dan didukung dengan fasilitas, kami bisa lebih banyak memberikan informasi kepada masyarakat maupun pemerintah tentang apa yang ada di distrik kami,” pungkasnya.(Red)