Masyarakat Harap Pemda Tangani Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

Masyarakat Harap Pemda Tangani Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

Oleh : Adipato. Renuw, S.H

SORONG, Melanesiapost — Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sorong dan sekitarnya selama hampir tiga bulan terakhir mulai berdampak serius pada kehidupan masyarakat. Selain memicu titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bencana kekeringan ini juga menyebabkan warga di sejumlah titik mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Ikatan Keluarga Kei (IKK) Aimas Kabupaten Sorong, Adipato L. Renuw, S.H. Tokoh intelektual muda Kei ini mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sorong yang telah berhasil mengatasai beberapa titik kebakaran. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih kini menjadi ancaman nyata yang butuh penanganan cepat.

"Selain masalah kebakaran yang sudah diatasi pemerintah, ada dampak lain dari kemarau hampir tiga bulan ini yang sangat krusial, yaitu krisis air bersih. Di beberapa titik wilayah Kabupaten Sorong, masyarakat mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan harian," ujar Adipato di Sorong.


Untuk mengantisipasi krisis yang semakin meluas, Adipato mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorong beserta dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memetakan wilayah yang paling terdampak.

Sebagai langkah konkret, ia menyodorkan dua usulan utama kepada pemerintah daerah:

 - Pendistribusian Air Bersih Emergency: Mengirim pasokan air bersih secara berkala menggunakan armada tangki ke pemukiman warga yang mengalami kekeringan parah.

 - Program Sumur Bor: Membangun infrastruktur sumur bor di wilayah-wilayah yang secara geografis sulit mendapatkan sumber air bersih alami.

"Di beberapa titik mungkin pasokan air masih ada, tetapi jangan sampai kita menunggu krisis makin parah baru bergerak. Pemda perlu berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah antisipatif ini," tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Adipato mengimbau masyarakat Kabupaten Sorong untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, satu pemicu kecil bisa berakibat fatal bagi lingkungan dan pemukiman warga.

"Satu korek api tanpa pengawasan bisa mengakibatkan kebakaran besar. Masukan ini kami sampaikan secara positif dan membangun demi keselamatan serta kenyamanan masyarakat Kabupaten Sorong," tutupnya.

Adipato. Renuw, S.H adalah Ketua YBH Gerimis Kabupaten sorong, Sekaligus Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Kei Aimas (IKKA) Kabupaten Sorong.