KNPI Sorong Selatan Dinilai Mati Suri, Pemuda 15 Distrik Belum Rasakan Program

KNPI Sorong Selatan Dinilai Mati Suri, Pemuda 15 Distrik Belum Rasakan Program

Teminabuan Melanesia post Kritik keras terhadap kevakuman organisasi kepemudaan di Kabupaten Sorong Selatan mulai disuarakan secara terbuka. Mantan Kabid Organisasi GMKI Sorong Selatan, Tovan Keba, menilai kepengurusan KNPI Kabupaten Sorong Selatan belum menunjukkan kerja nyata sejak resmi dilantik. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya program kepemudaan yang benar-benar dijalankan untuk menjawab kebutuhan generasi muda di daerah tersebut.

Setelah pelantikan pengurus KNPI Kabupaten Sorong Selatan, sampai hari ini belum terlihat adanya program kerja maupun kegiatan organisasi yang dilaksanakan secara nyata. 

Organisasi ini seolah hanya aktif pada saat seremoni pelantikan saja, tetapi setelah itu tidak ada gerakan yang benar-benar dirasakan oleh pemuda maupun masyarakat,” tegas Tovan Keba kepada wartawan.

Menurutnya, organisasi sebesar KNPI seharusnya menjadi ruang konsolidasi pemuda, tempat lahirnya gagasan pembangunan daerah, serta wadah pembinaan generasi muda di Sorong Selatan. 

Namun kondisi yang terjadi saat ini justru memperlihatkan organisasi berjalan tanpa arah yang jelas.

Pemuda menunggu gerakan nyata dan yang dibutuhkan bukan hanya nama pengurus atau jabatan organisasi, tetapi bagaimana KNPI hadir di tengah masyarakat, menyentuh persoalan sosial, pendidikan, pengangguran, pembinaan karakter anak muda, dan pemberdayaan generasi muda di kampung-kampung,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga kini belum terlihat adanya rapat kerja organisasi yang dilakukan untuk menyusun arah program kepengurusan. 

Selain itu, tidak ada publikasi agenda kegiatan maupun aktivitas organisasi yang menunjukkan KNPI sedang bekerja menjalankan tugasnya sebagai organisasi kepemudaan terbesar di daerah.

Kalau organisasi tidak melaksanakan rapat kerja, lalu bagaimana arah programnya mau berjalan? Publik tidak pernah melihat agenda organisasi, tidak ada kegiatan sosial, seminar, diskusi kepemudaan, maupun pembinaan pemuda yang dilakukan secara terbuka dan ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” katanya.

Tovan menilai kondisi vakumnya organisasi tersebut berdampak langsung terhadap pemuda di 15 distrik yang berada di wilayah Kabupaten Sorong Selatan.

 Menurutnya, banyak anak muda yang sebenarnya membutuhkan ruang pembinaan dan aktivitas positif, namun hingga kini belum mendapat perhatian serius dari organisasi kepemudaan.

Dampaknya dirasakan langsung oleh pemuda di distrik-distrik dan banyak generasi muda yang membutuhkan wadah pengembangan diri, pelatihan, pendidikan organisasi, maupun kegiatan sosial tetapi KNPI yang seharusnya menjadi rumah besar pemuda justru terlihat tidak aktif,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti lemahnya komunikasi organisasi dengan masyarakat maupun organisasi kepemudaan lainnya. Padahal, menurutnya, KNPI harus menjadi jembatan antara pemuda, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan dengan baik.

KNPI jangan hanya hadir ketika ada kepentingan seremonial atau kegiatan formal pemerintah jadi organisasi ini harus hidup bersama pemuda harus ada komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, OKP, mahasiswa, gereja, dan masyarakat agar gerakan kepemudaan benar-benar terasa,” katanya lagi.

Tovan meminta pengurus KNPI Kabupaten Sorong Selatan segera melakukan evaluasi internal dan mulai bekerja secara nyata agar kepercayaan masyarakat terhadap organisasi tidak semakin menurun. 

Ia menegaskan bahwa waktu setelah pelantikan seharusnya menjadi momentum membangun gerakan, bukan justru memperlihatkan kevakuman organisasi.

Segera lakukan rapat kerja pengurus, susun program jangka pendek dan jangka panjang, lalu bagi tugas secara jelas kepada setiap pengurus. 

Jangan biarkan organisasi ini mati suri setelah dilantik. Pemuda Sorong Selatan membutuhkan gerakan nyata, bukan hanya nama dan jabatan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar KNPI mulai menggelar kegiatan-kegiatan sederhana sebagai langkah awal mengaktifkan organisasi, seperti kerja bakti sosial, diskusi pemuda, pelatihan kepemimpinan, seminar pendidikan, maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung.

Mulailah dari kegiatan kecil terlebih dahulu supaya organisasi hidup kembali. Jangan menunggu program besar baru bergerak. 

Pemuda di Sorong Selatan membutuhkan ruang kreativitas, ruang diskusi, dan ruang pembinaan agar mereka tidak kehilangan arah di tengah situasi sosial yang semakin kompleks,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Tovan Keba menekankan pentingnya transparansi organisasi kepada masyarakat dan ia meminta KNPI aktif mempublikasikan setiap agenda dan program agar masyarakat mengetahui arah kerja organisasi serta dapat ikut mengawasi jalannya kepengurusan.

KNPI tidak boleh hanya menjadi organisasi papan nama yang hidup saat pelantikan lalu hilang tanpa aktivitas dan jika pengurus tidak segera bergerak menjalankan program kerja, maka masyarakat akan menilai KNPI gagal menjalankan tanggung jawab moralnya sebagai rumah besar pemuda di Kabupaten Sorong Selatan,” tegas Tovan Keba.

Ia mengatakan, pemuda di Sorong Selatan saat ini membutuhkan organisasi yang mampu menjadi motor perubahan sosial di tengah meningkatnya persoalan pendidikan, pengangguran, miras, kriminalitas, dan minimnya ruang kreativitas anak muda di daerah.

Menurutnya, KNPI seharusnya hadir menjawab persoalan tersebut, bukan justru tenggelam dalam kevakuman organisasi.

KNPI harus berhenti tidur jadi organisasi ini dibentuk bukan untuk kepentingan elit atau sekadar membangun relasi kekuasaan, tetapi untuk memperjuangkan masa depan generasi muda. Kalau setelah dilantik tidak ada gerakan, maka wajar publik mempertanyakan keseriusan pengurus,” katanya 

Tovan juga menilai diamnya KNPI di tengah berbagai persoalan daerah menunjukkan lemahnya keberpihakan organisasi terhadap kondisi sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa KNPI seharusnya menjadi suara pemuda dalam mengawal pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan hak-hak masyarakat adat di Sorong Selatan.

Kalau KNPI terus pasif, maka organisasi ini akan kehilangan kepercayaan dari pemuda sendiri. Anak-anak muda di kampung membutuhkan pendampingan, pembinaan, dan kegiatan positif. Jangan biarkan KNPI hanya dikenal saat pembagian jabatan, tetapi tidak pernah hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pengurus KNPI Kabupaten Sorong Selatan segera turun ke distrik-distrik dan membangun konsolidasi dengan pemuda kampung agar organisasi benar-benar hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, pemuda Sorong Selatan membutuhkan gerakan nyata, bukan janji dan seremoni yang berakhir tanpa hasil.

Turun ke kampung, dengar suara anak-anak muda, buat kegiatan nyata, dan tunjukkan bahwa KNPI masih punya fungsi sosial. Kalau organisasi ini terus diam, maka publik akan menilai KNPI hanya menjadi simbol tanpa perjuangan,

Transparansi itu penting. Publik harus tahu KNPI sedang bekerja atau tidak. Jangan sampai organisasi besar ini kehilangan kepercayaan masyarakat karena tidak mampu menunjukkan program dan keberpihakan kepada generasi muda di Kabupaten Sorong Selatan,” tutupnya