KNPI Sorong Selatan Mangkir dari Debat PSN, Cipayung: Jangan Bicara Kalau Tak Punya Data

KNPI Sorong Selatan Mangkir dari Debat PSN, Cipayung: Jangan Bicara Kalau Tak Punya Data

Teminabuan Melanesia post- Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI dan DPC GMNI Kabupaten Sorong Selatan melontarkan kritik keras terhadap DPD KNPI Kabupaten Sorong Selatan yang dinilai mangkir dari undangan debat terbuka mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN), Sabtu (4/7/2026). Padahal, panitia mengaku telah menyampaikan undangan resmi beberapa hari sebelumnya agar KNPI hadir menyampaikan pandangan mengenai pro dan kontra PSN di Kabupaten Sorong Selatan. Ini

Ketua BPC GMKI Kabupaten Sorong Selatan, Gofon Arky Lemauk, menegaskan ketidakhadiran KNPI merupakan bentuk sikap yang tidak menghargai forum intelektual yang telah dipersiapkan secara terbuka oleh organisasi kemahasiswaan. 

Menurutnya, forum tersebut bukan untuk mencari sensasi ataupun menyerang pihak tertentu, melainkan menjadi ruang adu gagasan yang sehat mengenai dampak PSN bagi masyarakat adat dan masa depan Sorong Selatan.

Kami secara resmi telah mengundang KNPI Sorong Selatan untuk hadir dalam debat terbuka mengenai Proyek Strategis Nasional.

 Namun sangat kami sesalkan, KNPI tidak datang memenuhi undangan tersebut. Kami menilai sikap itu sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap forum akademik dan ruang diskusi publik yang telah kami siapkan. 

Kalau memang memiliki argumentasi yang kuat, seharusnya hadir dan menyampaikan langsung di hadapan masyarakat, bukan justru menghindar," tegas Gofon Arky Lemauk.

Gofon mengatakan debat terbuka tersebut sengaja digelar agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang mengenai keuntungan maupun kerugian PSN di Sorong Selatan.

 Karena itu, ia menilai ketidakhadiran KNPI justru memunculkan pertanyaan besar mengenai keseriusan organisasi tersebut dalam membahas isu yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.


Kami mengecam Ketua KNPI Sorong Selatan beserta seluruh jajarannya yang tidak memenuhi undangan resmi ini. 

Jangan sampai publik menilai KNPI hanya berani berbicara di luar forum, tetapi ketika diberikan kesempatan berdiskusi secara terbuka justru memilih tidak hadir. 

Sikap seperti ini tentu sangat disayangkan karena mencederai semangat demokrasi dan pendidikan politik di kalangan pemuda," katanya.

Lebih lanjut, Gofon mengingatkan agar KNPI tidak menyampaikan pernyataan mengenai PSN tanpa didukung data, kajian, maupun fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kalau memang tidak memiliki data yang valid mengenai PSN di Kabupaten Sorong Selatan, jangan coba coba berbicara seolah-olah mengetahui semuanya. 

Jangan sampai pernyataan yang tidak didasarkan pada fakta justru mempermalukan nama besar KNPI Sorong Selatan. Organisasi kepemudaan harus mengedepankan argumentasi ilmiah, bukan opini kosong," ujarnya.

Ia menambahkan, GMKI akan tetap membuka ruang dialog kepada siapa pun, termasuk KNPI, apabila organisasi tersebut bersedia hadir dalam forum terbuka di waktu mendatang.

Pintu diskusi tetap kami buka. Kami tidak anti terhadap perbedaan pendapat. Yang kami inginkan adalah adu gagasan secara terbuka, bermartabat, dan berdasarkan data sehingga masyarakat dapat menilai sendiri mana argumentasi yang benar dan berpihak pada kepentingan rakyat Sorong Selatan," tambah Gofon.

Kami tidak pernah mengirim undangan secara sembunyi-sembunyi. Surat resmi telah kami layangkan sejak beberapa hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Karena itu, tidak ada alasan bagi KNPI untuk mengatakan tidak mengetahui agenda tersebut.

 Justru ketidakhadiran mereka menunjukkan bahwa mereka tidak siap mempertanggungjawabkan pandangannya mengenai Proyek Strategis Nasional di hadapan publik," tegas Gofon Arky Lemauk.

Gofon menegaskan, apabila KNPI terus menyampaikan pernyataan mengenai PSN tanpa bersedia mengikuti ruang debat terbuka, maka hal tersebut hanya akan menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat. "Kalau memang merasa berada di pihak yang benar, datanglah berdebat secara terbuka. 

Jangan hanya menyampaikan narasi di media atau di luar forum. Masyarakat membutuhkan argumentasi yang didukung fakta, bukan sekadar klaim sepihak," katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPC GMNI Kabupaten Sorong Selatan, Hosea Kolengea, mengatakan absennya KNPI telah menghilangkan kesempatan masyarakat untuk mendengar pandangan yang berbeda mengenai PSN. 

Menurutnya, forum tersebut justru dirancang agar publik memperoleh informasi yang objektif dari kedua belah pihak.

Kami menyayangkan KNPI Sorong Selatan tidak hadir, padahal undangan resmi telah kami sampaikan. Debat ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi untuk menguji argumentasi secara terbuka. 

Ketika salah satu pihak tidak hadir, masyarakat kehilangan kesempatan mendengar pandangan yang berbeda secara langsung," ujar Hosea Kolengea.

Hosea menegaskan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam ruang-ruang diskusi publik, terutama ketika membahas kebijakan strategis yang akan memengaruhi kehidupan masyarakat dan wilayah adat di Sorong Selatan.

Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI semestinya menjadi pelopor dialog, bukan menghindari dialog.

 Kalau merasa memiliki sikap mendukung ataupun menolak PSN, mari hadir dan jelaskan kepada masyarakat dengan data, kajian, dan argumentasi yang dapat dipertanggu

Sementara itu, Hosea Kolengea menilai organisasi kepemudaan seharusnya menjadi contoh dalam membangun budaya diskusi yang sehat, bukan menghindari forum akademik.

Menurutnya, isu PSN bukan persoalan kecil karena menyangkut masa depan lingkungan, hak masyarakat adat, ruang hidup rakyat, dan arah pembangunan Kabupaten Sorong Selatan yang akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Kami mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil untuk tidak takut membuka ruang dialog mengenai PSN. 

Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi perbedaan itu harus disampaikan secara terbuka, ilmiah, dan bertanggung jawab agar masyarakat dapat menilai sendiri mana argumentasi yang benar," ujar Hosea.

Menurut kedua organisasi tersebut, ketidakhadiran KNPI dalam debat terbuka menjadi catatan penting bagi publik. 

GMKI dan GMNI menegaskan akan terus mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Sorong Selatan melalui kajian, diskusi publik, serta forum-forum terbuka yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Mereka menegaskan bahwa setiap kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat adat dan lingkungan harus dibahas secara transparan, bukan diputuskan tanpa ruang dialog yang terbuka.

Ia menambahkan bahwa GMKI dan GMNI akan terus mendorong lahirnya ruang-ruang diskusi publik mengenai berbagai persoalan daerah, termasuk isu PSN yang dinilai memiliki dampak besar terhadap lingkungan, masyarakat adat, ekonomi, dan masa depan pembangunan di Kabupaten Sorong Selatan.

Kami percaya masyarakat berhak mengetahui secara utuh apa manfaat dan apa risikonya. Karena itu, kami akan terus membuka ruang debat ilmiah, diskusi publik, dan penyampaian pendapat secara terbuka agar setiap kebijakan strategis benar-benar dikawal oleh partisipasi masyarakat," tutup Hosea. (GK)