Papua Barat Daya Raih Terbaik Pertama Pengelolaan Sampah Regional Papua

Papua Barat Daya Raih Terbaik Pertama Pengelolaan Sampah Regional Papua

JAKARTA, melanesiapost — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berhasil meraih penghargaan Terbaik Pertama dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Papua untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam acara yang berlangsung di Royal Glass House, Park Hyatt Jakarta. Atas capaian tersebut, Provinsi Papua Barat Daya mendapatkan dana apresiasi sebesar Rp2 miliar.


Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri memberikan penilaian terhadap komitmen serta kinerja pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terpadu. Selain itu, aspek kualitas lingkungan hidup yang bersih, sehat, serta efektivitas program yang berdampak nyata bagi masyarakat menjadi indikator utama penilaian. Inovasi daerah juga menjadi nilai tambah penting dalam menghadirkan solusi lingkungan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari arahan Presiden RI untuk mengumpulkan para kepala daerah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Di perintah Bapak Presiden kepada kami untuk acara kumpul mengumpulkan teman-teman kepala daerah dan Forkopimda. Tadi saya lihat ada beberapa Kapolda, kemudian dari Pangdam dan Danrem yang hadir," ujar Mendagri Tito Karnavian di Jakarta.

Mendagri menjelaskan bahwa agenda ini mulanya dirancang untuk membahas program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang berfokus pada kebersihan serta lingkungan hidup yang sehat. Semula, acara direncanakan berlangsung di Sentul pada akhir September, namun mengalami penyesuaian lokasi.

"Rencananya di Sentul, tapi kemudian arahan beliau untuk ditunda dulu. Sekalian sudah terlanjur kita rencanakan untuk teman-teman di Papua daripada bolak-balik, kalau dilaksanakan di Sentul, kita laksanakan di Jakarta. Jadi sekalian saja Bapak-Bapak, Ibu-Ibu di Jakarta bisa memanfaatkan, mungkin bisa bertemu dengan mitra, kolega, kemudian pertemuan dengan kementerian/lembaga," jelasnya.

Lebih lanjut, Mendagri menyebutkan keberadaan para pimpinan daerah di Jakarta juga dapat dimanfaatkan untuk koordinasi lintas kementerian. Salah satunya adalah agenda rapat kerja terkait sektor perumahan di wilayah Papua Pegunungan.

"Seperti besok, saya dengan Pak Ara akan rapat dengan Gubernur Papua Pegunungan dan seluruh bupati yang ada di Papua Pegunungan tentang perumahan di sana," tambah Tito.

Penilaian pada Batch II ini berfokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan, yang dipadukan dengan penanganan masalah sampah serta penguatan gerakan Indonesia ASRI. Hal ini melanjutkan rangkaian Batch I terdahulu yang berfokus pada isu pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, pengetasan kemiskinan, penurunan angka stunting, hingga skema pembiayaan kreatif (creative financing).

Mendagri mengapresiasi seluruh jajaran yang hadir, mulai dari gubernur, bupati/wali kota, pimpinan DPRD, hingga jajaran TNI/Polri yang terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan hidup di tanah Papua.(Red)