Satu Visi Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua, Panitia Papeda Summit 2026 Gelar Audiensi Bersama Bappenas

Satu Visi Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua, Panitia Papeda Summit 2026 Gelar Audiensi Bersama Bappenas

Jakarta, Melanesiapost — Panitia Pelaksana Papeda Summit 2026 terus mematangkan persiapan menjelang gelaran forum strategis pembangunan Tanah Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 September 2026 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Sebagai bagian dari konsolidasi nasional, Ketua Panitia Papeda Summit 2026, Julian Kelly Kambu, S.T., M.Si., melakukan audiensi resmi dengan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Dr. Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo, S.P., M.S., Ph.D., di Jakarta (3/7/26).


Audiensi tersebut bertujuan melaporkan rencana aksi kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat adat, hingga pelaku usaha demi merumuskan arah pembangunan Papua yang berkelanjutan.

Membawa tema "Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature", Papeda Summit 2026 dirancang untuk mengeksplorasi tantangan dan solusi pembangunan Papua dari berbagai aspek—mulai dari ekologi, ekonomi, sosial, masyarakat adat, hingga sektor pertambangan.

Ketua Panitia Papeda Summit 2026, Julian Kelly Kambu, menekankan pentingnya Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya hari ini dan perlindungan bagi generasi mendatang.

"Pembangunan berkelanjutan artinya kita menyediakan ketersediaan sumber daya alam agar anak cucu kita bisa menikmati, tetapi generasi hari ini juga harus mendapatkan manfaatnya. Melalui kajian dan aturan yang ada, kita ingin melahirkan rekomendasi kebijakan yang menjadi role model dalam mendesain program di seluruh Tanah Papua ke depan," ujar Julian Kelly Kambu.

Ia menambahkan, hingga saat ini panitia telah memetakan kurang lebih 60 pembicara nasional dan daerah yang siap menyampaikan materi. Lobi serta jalinan komunikasi terus dilakukan ke sejumlah kementerian kunci, seperti Kementerian Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, hingga Menko Pangan.

Selain pergerakan di tingkat pusat, tim panitia juga bergerak paralel di daerah, termasuk berencana menemui Ketua Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua di Nabire guna memastikan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan regional.

"Tidak ada yang abadi, yang abadi adalah kepentingan. Dan kepentingan kita adalah melegitimasi warisan yang lebih baik kepada generasi mendatang tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat hari ini. Kami memohon doa dan dukungan seluruh warga Papua agar momentum besar di Provinsi Papua Barat Daya ini berjalan maksimal," tambahnya.


Respon positif disampaikan oleh Kementerian Bappenas. Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Dr. Teguh Sambodo, menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif kolektif yang lahir dari semangat masyarakat Papua tersebut.

Menurut Teguh, diskusi dalam Papeda Summit 2026 sangat relevan dengan dinamika nasional, khususnya pasca-ditetapkannya Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) serta agenda prioritas menjadikan Papua sebagai lumbung pangan, energi, dan air.

"Tema yang diusung sangat tepat untuk mengawal transisi ke arah ekonomi hijau. Inti dari pembangunan berkelanjutan adalah manusianya. Masyarakat adat, akademisi, dunia usaha, UMKM, hingga media harus mendapatkan manfaat paling besar sekaligus berkesempatan untuk berkontribusi," jelas Teguh Sambodo.


Teguh menilai susunan acara yang dirancang panitia mencerminkan semangat gotong royong dan berpotensi menjadi percontohan (benchmark) bagi wilayah lain dalam menyelaraskan visi pembangunan daerah yang maju, inklusif, dan ramah lingkungan.

"Acara ini merupakan forum yang sangat bagus. Kami di Bappenas siap memberikan dukungan penuh agar Papeda Summit 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi konkrit bagi masa depan Papua," tutupnya.(Red)