Gelar Kontes Ternak 2026, Pemkab Sorong Dorong Kemandirian Peternak dan Evaluasi Bantuan Hibah
AIMAS, Melanesiapost — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong menyelenggarakan ajang Kontes Ternak Tahun 2026 sebagai upaya mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Ajang ini sekaligus menjadi wadah evaluasi serta apresiasi bagi para peternak lokal di berbagai distrik (30/07/26).
Wakil Bupati Kabupaten Sorong, Sutejo, S.Pd, menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan ternak lokal, khususnya kambing, yang dinilainya masih sangat tinggi dan kerap mengalami kekurangan pasokan.
"Kebutuhan kambing di Sorong ini cukup tinggi, terutama untuk akikah dan hajatan warga. Karena stok lokal kurang, akhirnya kita masih harus mendatangkan dari luar daerah. Ke depan, selain fokus pada sapi, pengembangan ternak kambing ini perlu ditingkatkan lagi," ujar Sutejo.
Merespons kebutuhan pasar tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Margariet Beatriks Nauw, S.Pt, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengimbangi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Untuk tahun ini, pemerintah daerah menyalurkan bantuan 15 ekor kambing dari tingkat provinsi untuk dua kelompok peternak yang dibarengi dengan pengawasan ketat.
Margariet tidak menampik bahwa budi daya kambing memiliki tantangan tersendiri dibandingkan sapi, terutama terkait kerentanan penyakit dan faktor cuaca hujan yang tinggi di wilayah Sorong.
"Dulu pernah ada program bantuan kambing, namun kita evaluasi. Budi daya kambing ini risikonya cukup tinggi terhadap penyakit dan cuaca, sehingga programnya sempat tidak kami menonjolkan lagi. Meski begitu, kita tetap berupaya menjaga populasi yang ada agar tidak habis dijual ke luar daerah, sambil mengkaji skema penggantian program yang lebih efektif," ungkap Margariet.
Selain isu pemenuhan ternak kecil, Dinas Peternakan juga memfokuskan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan ternak sapi dan unggas yang telah berjalan sejak 2022. Tercatat sebanyak 11 ekor sapi dan sekitar 600-an ekor ayam telah disalurkan guna menopang pendapatan berkala peternak.
Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Peternakan menerapkan sanksi tegas dalam evaluasi berkala. Kelompok penerima yang terbukti menjual bantuan ternaknya tanpa prosedur tidak akan diberikan bantuan kembali. Pembinaan difokuskan melalui pendampingan teknis, pelayanan kesehatan hewan, serta penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB).
Rangkaian Kontes Ternak Tahun 2026 berlangsung selama dua hari dengan menjangkau berbagai wilayah distrik di Kabupaten Sorong.
Penjangkauan difokuskan pada kawasan sekitar pusat pemerintahan, meliputi Distrik Salawati, Aplat, Mayamuk, dan Aimas, khususnya bagi kategori lomba sapi hasil Inseminasi Buatan (IB).
Penilaian lomba melibatkan tim juri independen yang terdiri dari akademisi Universitas Papua (Unipa) Manokwari serta purnatugas Dinas Peternakan Kabupaten Sorong.
Kegiatan tahunan yang telah memasuki pelaksanaan keempat sejak 2022 ini diharapkan dapat terus memotivasi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk menekuni usaha peternakan.
"Banyak peserta yang berpartisipasi sudah mengelola ternak selama 3 hingga 17 tahun. Hasil dari memelihara sapi ini terbukti nyata, ada yang bisa membiayai pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi dan membangun rumah secara mandiri. Ini bukti bahwa sektor peternakan mampu menopang perekonomian keluarga," pungkas Margariet.(Red)