GMKI Sorong Selatan: KNPI Jangan Jadi Budak PSN, Urus Pemuda dan Olahraga Saja!".
Teminabuan melanesia post Ketua Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Cabang Sorong Selatan, Gofon Arky Lemauk, melontarkan kritik keras terhadap sikap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sorong Selatan yang dinilai telah membangun narasi provokatif terkait polemik Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah masyarakat adat di kabupaten sorong selatan
Dalam keterangannya saat di wawancarai Gofon menegaskan bahwa GMKI Sorong Selatan sangat menyayangkan munculnya pernyataan-pernyataan yang berpotensi memecah belah persatuan pemuda dan masyarakat adat yang selama ini hidup berdampingan dalam semangat kekeluargaan.
Kami menilai langkah KNPI yang terkesan membangun narasi adu domba merupakan tindakan yang tidak mencerminkan semangat persatuan pemuda. Isu PSN bukanlah isu yang sederhana.
Ini menyangkut tanah adat, ruang hidup masyarakat, masa depan lingkungan, serta keberlangsungan generasi yang akan datang. Karena itu, kami meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik agar tidak memicu konflik horizontal di tengah masyarakat," tegas Gofon.(22/6/2026)
Menurutnya, perdebatan mengenai Proyek Strategis Nasional seharusnya dijadikan ruang diskusi yang sehat dan terbuka, bukan malah dijadikan alat untuk saling menyerang kelompok tertentu.
Ia menilai bahwa setiap organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas sosial dan mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan kelompok maupun kepentingan politik tertentu.
Kami melihat ada upaya yang tidak sehat ketika persoalan yang sedang diperjuangkan masyarakat adat justru diarahkan menjadi pertentangan antar kelompok pemuda. Ini sangat berbahaya. Pemuda harus hadir sebagai jembatan dialog, bukan menjadi alat yang memperkeruh keadaan.
Jangan sampai masyarakat diadu dengan masyarakat, pemuda diadu dengan pemuda, hanya karena perbedaan pandangan terhadap proyek yang sedang berjalan," ujarnya.
Gofon juga menegaskan bahwa selama ini banyak komunitas pemuda adat dan kelompok masyarakat bahkan HMI GMNI GMKI GAMKI dan pemuda katolik dan beberapa cipayung lainya di Sorong Selatan yang secara terbuka menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak sosial maupun lingkungan dari berbagai proyek pembangunan berskala besar.
Karena itu, menurutnya, suara kritis masyarakat tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bentuk partisipasi yang dijamin dalam negara demokrasi.
Ketika masyarakat menyampaikan penolakan atau kekhawatiran terhadap sebuah proyek, itu bukan berarti mereka anti pembangun jadi Justru mereka sedang menjaga tanah, hutan, sungai, dan ruang hidup yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.
Pemuda seharusnya berdiri bersama masyarakat untuk mengkaji dampaknya secara objektif, bukan malah membangun opini yang berpotensi memecah belah persaudaraan," katanya.
Lebih lanjut, GMKI Sorong Selatan mendesak KNPI untuk segera mencabut pernyataan yang dianggap menimbulkan polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat. Menurut Gofon, langkah tersebut penting untuk meredam ketegangan sekaligus menjaga hubungan baik antar organisasi kepemudaan di daerah.
Kami meminta KNPI untuk melakukan refleksi dan mengevaluasi pernyataan yang telah disampaikan.
Jika ada narasi yang menimbulkan perpecahan, maka sudah seharusnya dicabut demi menjaga keharmonisan masyarakat. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah ini tetap aman dan kondusif," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil untuk kembali fokus pada persoalan-persoalan mendasar yang sedang dihadapi masyarakat Sorong Selatan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi, hingga perlindungan hak-hak masyarakat adat.
Kami tidak ingin energi pemuda habis untuk saling menyerang. Masih banyak persoalan rakyat yang membutuhkan perhatian serius.
Pemuda harus menjadi motor perubahan yang menghadirkan solusi, bukan memperpanjang konflik. Karena itu mari kita duduk bersama dan mencari jalan terbaik demi masa depan Sorong Selatan," ungkapnya.
Ketua GMKI Sorong Selatan juga menyindir KNPI agar lebih fokus menjalankan fungsi organisasi kepemudaan daripada terlalu jauh mencampuri polemik yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Menurutnya, masih banyak persoalan kepemudaan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari pembinaan generasi muda, pengembangan olahraga, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sorong Selatan.
Kalau memang ingin menunjukkan kepedulian kepada daerah, uruslah bidang kepemudaan dan olahraga dengan baik. Banyak anak-anak muda berbakat yang membutuhkan perhatian, fasilitas olahraga yang masih minim, serta kegiatan positif yang perlu didorong.
Jangan sampai KNPI justru lebih sibuk mengurusi PSN daripada mengurus tugas pokoknya sebagai wadah pemuda," tegasnya.
Ia menilai sikap KNPI yang terlalu bersemangat membela proyek tertentu dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, menurutnya, organisasi kepemudaan harus berdiri di atas semua golongan dan tidak terlihat menjadi corong kepentingan pihak tertentu yang sedang berpolemik dengan masyarakat adat.
Kami heran melihat KNPI yang begitu agresif berbicara soal PSN. Seolah-olah seluruh energi organisasi hanya difokuskan ke sana dan padahal masih banyak masalah riil yang dihadapi pemuda Sorong Selatan, seperti pengangguran, pendidikan, narkoba, minuman keras, dan pembinaan olahraga yang hingga hari ini belum mendapat perhatian maksimal," ujarnya.
Gofon menegaskan bahwa GMKI tidak anti terhadap pembangunan. Namun pembangunan harus berjalan dengan menghormati hak masyarakat adat dan tidak boleh dibarengi dengan upaya membungkam kritik atau membenturkan sesama anak daerah yang memiliki pandangan berbeda terhadap sebuah kebijakan.
Jangan terlalu gila mengurus PSN sampai melupakan tugas utama organisasi. Pemuda harus menjadi pengawal kepentingan rakyat, bukan menjadi alat untuk menyerang kelompok yang sedang memperjuangkan hak-haknya.
KNPI lebih baik hadir membina generasi muda dan membangun prestasi olahraga daripada menciptakan polemik yang berpotensi memecah persatuan masyarakat Sorong Selatan,"
Gofon menegaskan bahwa GMKI Sorong Selatan akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat adat Papua.
Ia juga membuka ruang konsolidasi bersama seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP), Cipayung Plus, serta berbagai elemen masyarakat guna membangun kesamaan persepsi dalam mengawal pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Kami akan tetap berdiri bersama masyarakat adat dan terus mengawal setiap kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan rakyat. GMKI siap membuka ruang dialog dan konsolidasi bersama seluruh OKP dan Cipayung Plus agar kita memiliki visi yang sama dalam
memperjuangkan kemajuan Sorong Selatan tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat adat. Persatuan harus menjadi kekuatan kita bersama, bukan perpecahan," tutup Ketua GMKI Sorong Selatan. Penulis.(GK)