Kabut asap karhutla selimuti kota sorong, Kasus ISPA Melonjak

Kabut asap karhutla selimuti kota sorong, Kasus ISPA Melonjak

SORONG, melanesiapost — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong mencatat peningkatan signifikan pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini dinilai sebagai dampak langsung dari cuaca ekstrem, fenomena El Nino, serta kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan hingga memperburuk pencemaran udara.   

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sorong, Jenny Isir, S.KM., M.M., mengungkapkan bahwa ISPA selalu menempati urutan pertama dalam daftar 10 besar penyakit berdasarkan rekapitulasi data dari puskesmas dan rumah sakit di Kota Sorong setiap tahunnya.   

"Melihat dari data tahun 2025 dibandingkan 2026 ini, memang ada peningkatan. Khususnya di bulan Agustus dan September, angka kasusnya melonjak cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode Januari hingga Juli yang rata-rata masih di bawah 2.000 kasus per bulan," ujar Jenny Isir saat memberikan keterangan.   

Berdasarkan data Dinkes Kota Sorong:   

Januari – Juli 2026: Rata-rata di bawah 2.000 kasus per bulan.   

Agustus 2026: 3.297 kasus.   

September 2026: 3.330 kasus.   

Total Akumulasi (Januari – September 2026): 23.482 kasus.   

Jenny menjelaskan bahwa faktor lingkungan seperti gumpalan asap dan pencemaran udara menjadi pemicu utama meningkatnya gangguan saluran pernapasan pada masyarakat. Selain ISPA, penyakit saluran pernapasan lain seperti pneumonia juga tercatat, meski angkanya relatif stabil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.   

Meskipun hingga saat ini belum ada laporan overload atau penumpukan pasien rawat inap di rumah sakit, kenaikan jumlah kunjungan pasien berobat ke puskesmas dan fasilitas kesehatan tetap menjadi perhatian serius.   

Dinkes Kota Sorong mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan bersama-sama menjaga kesehatan diri serta lingkungan di tengah kondisi cuaca saat ini.(Red)