Kebakaran Klademak Berdampak pada 600 Jiwa, Otoritas Daerah Apresiasi Kepedulian Hulu Migas

Kebakaran Klademak Berdampak pada 600 Jiwa, Otoritas Daerah Apresiasi Kepedulian Hulu Migas

SORONG, Melanesiapost — Di tengah hari terakhir penetapan status tanggap darurat bencana sosial kebakaran rumah di Distrik Sorong Manoi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Petrogas Basin LTD dan Petrogas Island LTD menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak (8/7/2026).

‌Penyerahan bantuan sebanyak 75 paket sembako tersebut dilakukan secara langsung di lokasi pengungsian oleh Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Otniel F. Wafom, bersama Field Operation Manager RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman. Bantuan diterima secara simbolis oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlina D. Sasabone bersama perwakilan korban dan di saksikan Kepala dinas Lingkungan hidup provinsi Papua barat daya Julian Kelly Kambu serta Kepala Distrik Sorong Manoi Fredy Urbasa di lokasi posko utama.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlina D. Sasabone, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh industri hulu migas nasional tersebut. Bantuan sembako yang diterima dipastikan segera didistribusikan secara bertahap kepada para pengungsi.

“Atas nama Pemerintah Kota Sorong, kami berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian dari SKK Migas dan Petrogas yang sudah memberikan bantuan bagi korban kebakaran rumah di Kelurahan Klaligi dan Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong,” ujar Herlina saat diwawancarai di lokasi.


Berdasarkan data terkini dari BPBD Kota Sorong, musibah kebakaran ini berdampak pada sedikitnya 150 Kepala Keluarga (KK) dengan total sekitar 600 jiwa. Seluruh warga terdampak saat ini ditampung di lima tenda darurat yang tersebar di dua titik strategis, yakni dua tenda di lingkungan Kantor Navigasi dan tiga tenda di sekitar masjid Nurul Bahri Malawei.

Herlina juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kota Sorong yang telah menunjukkan solidaritas tinggi selama 14 hari masa penanganan darurat. Bantuan swadaya masyarakat berupa makanan, susu, perlengkapan kebersihan, peralatan kesehatan, sembako, hingga pakaian layak pakai diakui sangat membantu operasional posko pengungsian.

Senada dengan pihak Pemkot, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si, menegaskan bahwa penanganan dampak bencana di ibu kota provinsi memerlukan sinergi kuat dari semua pemangku kepentingan.

“Bantuan-bantuan inilah yang membuktikan bahwa mereka tidak sendiri. Masih banyak pihak peduli yang diharapkan mampu meringankan serta mengobati rasa kehilangan aset berharga warga yang hangus terbakar,” kata Julian.


Lebih jauh, Julian menilai kerja sama konstruktif dengan mitra strategis seperti SKK Migas dan Petrogas tidak boleh berhenti pada penanganan pascabencana sosial semata. Ia mendorong perluasan kolaborasi ke sektor lingkungan hidup, khususnya aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim global yang kian mengkhawatirkan.

“Situasi bumi ini tidak panas lagi, sudah mendidih. Benua Eropa yang tadinya temperaturnya dingin, sekarang bermain di atas 35 sampai 40 derajat. Kita di Papua ini bisa saja temperatur buminya naik dari 35 hingga mencapai 40 atau 45 derajat Celsius. Ini mengerikan. Ke depan kita perlu membangun kolaborasi untuk program lain, seperti gerakan pembersihan sampah di saluran yang tersumbat dan penanaman pohon,” harap Julian.

Menutup keterangannya, pihak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendoakan kelancaran operasional hulu migas bagi SKK Migas dan Petrogas dalam melakukan eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi, agar terus memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat di Tanah Papua. (Red)