Masa Darurat Berakhir, Plt Kepala Distrik Sorong Manoi Apresiasi Sinergi Seluruh Pihak

Masa Darurat Berakhir, Plt Kepala Distrik Sorong Manoi Apresiasi Sinergi Seluruh Pihak

SORONG, Melanesiapost — Pemerintah Distrik Sorong Manoi menyatakan masa tanggap darurat penanganan korban bencana sosial kebakaran rumah di wilayah Klademak Pantai, Kota Sorong, resmi berakhir pada Selasa (7/7/2026). Penanganan yang telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu sejak peristiwa kebakaran pada 24 Juni lalu tersebut ditutup dengan penyaluran bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen, termasuk sektor hulu migas nasional.


Plt. Kepala Distrik Sorong Manoi, Fredy Urbasa, SE, mengungkapkan rasa duka yang mendalam sekaligus keprihatinan atas musibah yang melanda dua wilayah kelurahan di bawah kepemimpinannya, yakni Kelurahan Malawei dan Kelurahan Klaligi.

"Pertama-tama saya, atas nama pimpinan wilayah di Distrik Sorong Manoi yang dipercayakan oleh Bapak Wali Kota, Septinus Lobat, menyampaikan turut belasungkawa atas peristiwa ini. Duka ini bukan hanya dirasakan oleh para korban, melainkan oleh warga Kota Sorong pada umumnya," ujar Fredy Urbasa saat memantau lokasi pengungsian di posko utama.

Dalam kesempatan tersebut, Fredy memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI/Polri, elemen masyarakat, serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Petrogas Basin LTD dan Petrogas Island LTD yang telah bergerak cepat menyalurkan 75 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok pengungsi.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen, termasuk SKK Migas dan Petrogas yang sudah membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena dampak kebakaran ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana layaknya," tutur Fredy.


Ia juga mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan dan personel hulu migas, baik di tingkat pusat maupun daerah, senantiasa dilindungi dalam menjalankan aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Selain kepada pihak swasta, Fredy atas nama Pemerintah Kota Sorong secara khusus menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada Kepala Distrik Navigasi (Kadisnav) Sorong beserta jajaran. Otoritas Navigasi dinilai telah mengambil kebijakan krusial dengan membuka akses halaman kantor mereka sebagai posko dan tenda pengungsian sementara.

"Terima kasih karena sudah membuka akses untuk pelayanan korban kebakaran ini dengan menyiapkan tempat dan beberapa fasilitas yang ada di kantor Distrik Navigasi Sorong. Kiranya kebijakan ini menjadi saluran berkat bagi banyak orang," tambahnya.

Sebelumnya, posko pengungsian mencatat sedikitnya 150 Kepala Keluarga (KK) dengan total sekitar 600 jiwa terpaksa mengungsi akibat kebakaran besar tersebut. Seluruh bantuan yang masuk selama 14 hari terakhir, baik berupa logistik makanan dari hulu migas maupun bantuan swadaya masyarakat, dipastikan telah didistribusikan secara bertahap guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga hingga masa tanggap darurat berakhir. (Red)