Papua Barat Daya Desak Aparat Keamanan diminta Tindak Tegas Pelaku pengobaman Ikan Di kabupaten Raja Ampat

Papua Barat Daya Desak Aparat Keamanan diminta Tindak Tegas Pelaku pengobaman Ikan Di kabupaten Raja Ampat

SORONG – Ketua Kelompok Khusus DPR Papua Barat Daya, Frankky Umpain, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya aksi pengeboman ikan di perairan Kabupaten Raja Ampat. Hal tersebut diungkapkannya setelah menerima laporan dan aspirasi langsung dari masyarakat setempat selama satu bulan terakhir.   

Frankky menjelaskan bahwa aktivitas pemutihan atau pengeboman ikan secara ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab ini telah merusak ekosistem pesisir dan wilayah konservasi adat yang selama ini dijaga oleh masyarakat.  

"Dalam satu bulan terakhir ini, kami mendapatkan informasi bahwa masih marak pengeboman ikan di wilayah pesisir Kabupaten Raja Ampat. Ruang kehidupan masyarakat yang tadinya mudah mendapatkan ikan kini semakin susah, dan kawasan yang dijaga secara adat untuk konservasi mulai rusak," ujar Frankky.   

Ia menambahkan bahwa situasi ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan memicu rasa terancam di kalangan warga lokal.   

Oleh karena itu, Frankky membawa pesan dan aspirasi masyarakat adat tersebut ke dalam forum resmi DPR Papua Barat Daya agar menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan, khususnya Kapolda Papua Barat Daya yang baru.   

"Harapan dan atensi kami kepada pihak keamanan agar para pelaku pengeboman ini ditindak tegas. Hari ini mungkin mereka mengebom ikan, tapi kalau masyarakat menegur, bukan tidak mungkin warga yang menjadi korban. Ini harus menjadi warning bagi aparat," tegasnya.   

Lebih lanjut, Frankky menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang siapa pun untuk mencari nafkah di laut, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan dan sesuai aturan yang berlaku.   

"Kita tidak melarang siapa pun mencari ikan, tetapi gunakanlah cara-cara yang tepat dan baik, jangan menggunakan bom," pungkasnya