Elisa Kambu Tepis Isu Miring: Negara Selalu Hadir untuk Pembangunan Papua

Elisa Kambu Tepis Isu Miring: Negara Selalu Hadir untuk Pembangunan Papua

SORONG — Tokoh masyarakat Papua, Elisa Kambu, menepis tegas berbagai isu dan anggapan miring terkait peran negara di Tanah Papua. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat selalu hadir dan memiliki komitmen nyata dalam mendorong pembangunan serta kemajuan di wilayah tersebut.   

Elisa menegaskan bahwa keberadaannya sebagai aparatur negara yang terpilih merupakan amanah untuk mendedikasikan diri membangun Indonesia dari Tanah Papua. Menurutnya, pembangunan di Papua tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat.   

"Sinergi kita untuk membangun ini adalah kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kita di daerah ketergantungannya masih penuh pada pemerintah pusat, belum bisa membiayai diri sendiri. Jadi tidak benar kalau ada isu yang menyebut kita tidak menerima kehadiran negara atau informasi menyesatkan lainnya," ujar Elisa Kambu.   

Ia juga membantah narasi menyesatkan yang menyebutkan bahwa alokasi anggaran pembangunan dari pemerintah pusat selalu dibarengi dengan tekanan militer atau "senjata". Elisa menegaskan bahwa kebijakan yang diturunkan pemerintah murni untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.   

Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai langkah strategis pemerintah pusat, seperti pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) dan keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus), yang menjadi pemicu percepatan serta pemerataan pembangunan di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.   

Selain percepatan pembangunan, Elisa menekankan bahwa regulasi Otsus memberikan proteksi khusus bagi Orang Asli Papua (OAP). Proteksi ini diwujudkan melalui alokasi khusus dalam pengangkatan ASN, keberadaan Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga kultural, hingga kuota khusus pengangkatan di DPR.  

"Negara selalu hadir melalui berbagai kebijakan. Pemekaran daerah dan Otsus adalah upaya nyata untuk pemerataan, percepatan pembangunan, sekaligus memberikan perlindungan dan ruang bagi Orang Asli Papua," pungkasnya.