Perkuat Layanan PAUD Inklusif, Pemprov Papua Barat Daya Gelar Training of Trainer PAUD 2026

Perkuat Layanan PAUD Inklusif, Pemprov Papua Barat Daya Gelar Training of Trainer PAUD 2026

PAPUA BARAT DAYA — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Anak Dini Usia (PAUD) Tingkat Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Selasa, 22 September 2026.   

Kegiatan ToT ini diikuti oleh perwakilan peserta yang berasal dari 5 kabupaten dan 1 kota di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.   


Dibuka Secara Resmi oleh Bunda PAUD PBD

Acara dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya, Ibu Orpa Susana Kambuaya Kambu, S.Pd., yang ditandai dengan penabuhan tifa bersama panitia penyelenggara.   

Dalam sambutannya, Bunda PAUD PBD menegaskan pentingnya komitmen dan kasih sayang dalam membangun pondasi pendidikan anak usia dini.

"Hal utama adalah kasih terhadap anak-anak kita. Apa yang kita tanamkan hari ini akan menentukan potret generasi masa depan. Kita diingatkan kembali akan tanggung jawab besar untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga ramah bagi anak-anak," tegas Ibu Orpa Susana Kambuaya.   


Beliau juga menekankan prinsip inklusivitas di mana tidak boleh ada satu pun anak yang terabaikan, tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, maupun kondisi fisik. Kepada para calon trainer, beliau berpesan agar menjadi fasilitator yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menularkan empati dan mendampingi para pendidik hingga ke pelosok daerah.   

Dukungan Dinas Pendidikan dan Mitra Strategis

Dalam laporan panitia, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya, Ibu Erdia Msiren, membacakan sumber dana penyelenggaraan kegiatan ToT PAUD PBD 2026 yang bersumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dan mencetak fasilitator handal yang siap menjadi narasumber serta pengajar efektif di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.   

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dan pemateri berpengalaman, di antaranya Rika Setiani dari UNICEF serta Yunita Sari dari UNIMUDA.   

Perwakilan UNICEF, Rika Setiani, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah replikasi dan kolaborasi yang sangat baik bersama Tim Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya. UNICEF mengapresiasi keaktifan Pemprov PBD yang dinilai sangat tanggap dan responsif terhadap isu-isu pengembangan PAUD.  


Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi kunci, mulai dari penguatan PAUD Hiperaktif/Holistik Integratif (PAUD HI), kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI), pemanfaatan sarana digital interaktif (seperti perangkat IFP), integrasi edukasi gizi dan SOP pencegahan Stunting/Keracunan, hingga penyusunan kurikulum pembelajaran kontekstual berbasis muatan lokal Papua.   

Melalui pelatihan intensif ini, diharapkan para peserta mampu meneruskan ilmu dan mendampingi tenaga pendidik di daerah masing-masing demi mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh anak di Papua Barat Daya.