Tak Menyerah pada Stigma, Komunitas Anak Jalanan Kabsor Ajak Penghuni Lapas Menata Masa Depan

Tak Menyerah pada Stigma, Komunitas Anak Jalanan Kabsor Ajak Penghuni Lapas Menata Masa Depan

SORONG, Melanesiapost – Komunitas Anak Jalanan (AJ) Kabupaten Sorong kembali menggelar agenda rutinnya dengan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Senin (7/9/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang fokus pada aksi sosial dan pembinaan kerohanian.

Dalam kegiatan tersebut, para anggota komunitas membagikan bahan makanan serta melangsungkan ibadah bersama para warga binaan pemasyarakatan. Agenda ini diketahui telah berjalan konsisten selama kurang lebih tiga tahun sebagai wadah silaturahmi dan penguatan mental.


Ketua Komunitas Anak Jalanan Kabupaten Sorong, Yulianus Kris Sefle, menjelaskan bahwa kunjungan ini membawa misi khusus untuk memberikan motivasi mendalam kepada para penghuni Lapas.

"Program ini rutin kami lakukan, salah satunya sebagai pengingat bagi saudara-saudara yang masih dibina di dalam lapas. Sebagian besar anggota Komunitas Anak Jalanan Kabsor merupakan mantan warga binaan, namun kami telah berubah untuk kembali menata masa depan," ujar Yulianus di sela-sela kegiatan.

Yulianus tidak menampik besarnya tantangan stigma sosial yang dihadapi para mantan narapidana setelah menghirup udara bebas, terutama dalam memperoleh pekerjaan yang layak. Kendati demikian, ia menekankan agar hal tersebut tidak menjadi alasan untuk patah semangat atau kembali ke jalan yang salah.


"Kita tahu bersama bahwa narapidana sulit mendapatkan kerja saat bebas, namun kami tidak menyerah. Kami tinggalkan masa lalu dan menatap masa depan dengan kolaborasi dan sinergi bersama pemerintah serta TNI/Polri untuk mendukung program pembangunan dan Kamtibmas di Kabupaten Sorong," tegasnya.

Melalui aksi nyata dan sinergi lintas sektor ini, Komunitas AJ Kabsor berharap dapat terus memutus stigma negatif masyarakat sekaligus merangkul para mantan warga binaan agar mampu mandiri, produktif, dan berkontribusi positif bagi keamanan serta pembangunan daerah.(Red)