Tim Evaluator UNESCO Geopark Rampungkan Penilaian Lapangan di Raja Ampat

Tim Evaluator UNESCO Geopark Rampungkan Penilaian Lapangan di Raja Ampat

RAJA AMPAT — Tim evaluator UNESCO Global Geopark, Mrs. Chen Fang dan Mrs. Nina Atsuko, resmi menyelesaikan rangkaian peninjauan dan evaluasi lapangan di kawasan Geopark Raja Ampat. Kunjungan penilaian ini berfokus pada tata kelola kawasan, kelestarian budaya, serta keterlibatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Rangkaian Kunjungan Lapangan

Rangkaian peninjauan diawali sejak kedatangan tim evaluator pada 18 Agustus 2026:di Waisai. Tim disambut oleh Bupati beserta jajaran Bappeda setempat, dilanjutkan dengan peninjauan ke Geopark Information Center, sekolah di bawah Yayasan Cahaya Kasih Papua, dan bermalam di Raja Ampat Dive Lodge.

Pada 19 Agustus 2026 tim evaluator melanjutkan perjalanan menuju kawasan Misool untuk melakukan penilaian intensif. Peninjauan ditutup dengan kunjungan ke Tugu Yesus memberkati di Sagawin, setelah serangkaian kunjungan ke misool, sebelum kembali untuk melaksanakan sesi evaluasi malam.

Fokus Penilaian dan Harapan Pengelola

Dalam keterangannya, General Manager (GM) Geopark Raja Ampat sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Klasina Rumbekwan, menjelaskan bahwa fokus utama evaluasi melingkupi berbagai aspek tata kelola kawasan.


"Yang ditinjau terutama terkait pengelolaan—bagaimana kita di Raja Ampat menjaga dan mengelola Geopark, termasuk aspek budaya dan pendidikan. Evaluator menilai bagaimana keberadaan Geopark memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat, pendidikan, serta pelestarian budaya," ujar Klasina.

Klasina menambahkan bahwa pihak pengelola berharap seluruh kerja keras, kolaborasi, dan kemitraan yang telah dijalankan selama ini dapat membuahkan hasil evaluasi yang positif.

Menanti Keputusan Sidang Dewan UNESCO

Meski rangkaian evaluasi lapangan telah usai, keputusan akhir mengenai status Geopark Raja Ampat tidak ditentukan langsung oleh tim evaluator di lapangan. Keputusan resmi baru akan ditetapkan dalam Sidang Dewan UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang. Sidang tersebut akan menentukan apakah status Geopark Raja Ampat tetap bertahan di Green Card, atau mengalami perubahan status ke Yellow Card maupun Red Card.