TK Kristen Kairos Tamatkan 30 Siswa Tahun Ajaran 2025/2026 di Sorong

TK Kristen Kairos Tamatkan 30 Siswa Tahun Ajaran 2025/2026 di Sorong

Sorong, Melanesiapost – Sebanyak 30 siswa dari TK Kairos 1 dan Kairos 2 menyelesaikan pendidikan anak usia dini mereka dalam acara Penamatan dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Sekolah, Jalan Aries Victory, KM 10 Pantai, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (3/6/2026).

TK Kristen Kairos merupakan satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Kairos Tanah Papua, sebuah lembaga pendidikan Kristen yang berfokus memberikan akses pendidikan berkualitas dan gratis bagi anak-anak Papua. Penamatan ini menjadi komitmen yayasan dalam mewujudkan visi membina generasi yang cerdas, meneladani Kristus, dan siap menjalani panggilan Tuhan.

Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Edward Nainggolan. Momen ini diikuti oleh seluruh siswa, orang tua, guru, serta tamu undangan sebelum memasuki prosesi penamatan.

Suasana meriah menyelimuti prosesi penamatan saat para siswa yang mengenakan atribut wisuda lengkap berupa baju dan topi toga dipanggil satu per satu ke atas panggung. Kepala sekolah dan wali kelas secara bergantian melakukan pemindahan tali kuncir toga, penyematan medali, serta penyerahan ijazah secara simbolis.

Setelah menerima ijazah, anak-anak memberikan persembahan berupa penampilan menyanyikan lagu bersama dan pembagian bunga kepada orang tua mereka sebagai ungkapan terima kasih. Selain itu, pihak sekolah juga membagikan penghargaan bagi siswa yang menunjukkan prestasi akademik, sikap teladan, dan kontribusi positif selama masa belajar.

Pengawas Gugus 1 dan 2 TK Kairos, N. Silaen, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sinergi yang terbangun antara pihak yayasan, sekolah, dan orang tua murid.

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada yayasan yang selalu mendukung setiap kegiatan di TK Kairos 1 maupun 2. Terima kasih juga kepada para orang tua atas kerja samanya, serta kepala sekolah dan guru-guru yang telah bersinergi mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran. Tanpa kesabaran, anak-anak akan sulit untuk berhasil ke depan," ujar Silaen dalam sambutannya.

Silaen menekankan bahwa kesalahan dalam mendidik di usia dini dapat membuat hasil tumbuh kembang anak tidak maksimal. Ia mengingatkan bahwa di usia emas ini, orang tua memegang peran paling penting untuk membentuk karakter dan membiasakan sopan santun.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Kairos, Ms Roma Ida Sirait, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kegigihan para guru dan juga para siswa. Di tengah keterbatasan akses transportasi, banyak siswa yang harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke sekolah.

"Saya mengapresiasi anak-anak di TK Kairos 1 dan TK Kairos 2 yang rela berjalan kaki ke sekolah selama hampir setahun ini. Memang tidak mudah perjuangan mereka karena akses yang terbatas. Kami mendoakan dan berharap agar ke depan pemerintah dapat melihat kondisi ini dan mengakomodir bantuan transportasi untuk anak-anak," ungkapnya.

Ms Roma Ida Sirait juga menceritakan perkembangan anak-anak yang luar biasa, di mana mereka kerap berebut menunjukkan tangan saat diminta memimpin doa di kelas. 

Acara penamatan ini ditutup dengan momen perpisahan bersama dua guru yang telah menyelesaikan masa pengabdian mereka, yakni Ms Suka dan Ms Ines, yang akan kembali ke kampung halaman.

Dalam kesan dan pesannya, Ms Suka mengaku sempat merasa ragu saat pertama kali datang menghadapi tantangan karakter anak-anak yang beragam. Namun, dukungan tim kerja dan iman kepada Tuhan membuatnya mampu bertahan.

"Melihat anak yang awalnya takut berbicara, sekarang menjadi lebih berani, hal-hal kecil seperti itulah yang membuat saya bangga mengajar mereka. Terima kasih kepada orang tua yang sudah mempercayakan anak-anaknya kepada saya selama dua semester ini. Saya memohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan, karena fokus saya hanyalah ingin melihat anak-anak ini bertumbuh sesuai firman Tuhan, bahwa masa depan anak itu sungguh ada," tutup Ms Suka dengan haru.

Kegiatan ini menandai kesiapan penuh 30 siswa TK Kristen Kairos Sorong untuk melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya di Sekolah Dasar.(Redaksi)