Aksi Kemanusiaan 3 Hari, IKKA Aimas Serahkan Hasil Penggalangan Dana Gempa NTT ke IPPM

Aksi Kemanusiaan 3 Hari, IKKA Aimas Serahkan Hasil Penggalangan Dana Gempa NTT ke IPPM

SORONG, Melanesiapost — Ikatan Keluarga Kei Aimas (IKKA) Kabupaten Sorong resmi menyerahkan seluruh hasil donasi aksi penggalangan dana bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Sekretariat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) NTT, Rabu (26/8/2026). Penyerahan bantuan tersebut dilakukan setelah IKKA Aimas menggelar aksi kemanusiaan turun ke jalan selama tiga hari berturut-turut.

Donasi diserahkan langsung oleh Ketua IKKA Kabupaten Sorong, Adipato Renuw, S.H., dan diterima secara simbolis oleh Ketua IPPM NTT, Boy Tokan, di Sekretariat IPPM NTT.


Ketua IKKA Kabupaten Sorong, Adipato Renuw, S.H., menegaskan bahwa musibah bencana alam yang menimpa warga di NTT harus menjadi pengingat bersama tentang pentingnya menjaga rasa empati sosial. Menurutnya, persoalan kebencanaan dan kemanusiaan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Bicara bencana kemanusiaan, kita tidak boleh melihat dari mana, siapa, jarak, atau latar belakangnya. Yang utama adalah sejauh mana sumbangsih kita terhadap sesama demi meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah, agar tidak terjadi krisis empati dan krisis kepedulian," ujar Adipato Renuw usai penyerahan bantuan.

Ia menambahkan, aksi sosial ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi serta menciptakan harmonisasi di tengah kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sorong, khususnya antara keluarga besar Kei dan IPPM NTT.

"Ini sesuai dengan filosofi yang kami pegang di IKKA Kabupaten Sorong: jangan kita memandang di dalam persamaan ada perbedaan, namun lebih kepada memandang di dalam perbedaan itu ada persamaan," tegasnya.

Aksi kemanusiaan yang berlangsung selama tiga hari di jalanan Kabupaten Sorong ini juga menjadi ajang bagi IKKA Aimas untuk merawat nilai-nilai luhur budaya Kei, seperti falsafah Ain ni Ain (satu sakit, semua merasakan sakit; satu senang, semua merasakan senang) serta tradisi Yelim (gotong royong dan tolong-menolong).

Adipato menjelaskan bahwa kemanusiaan sifatnya sangat mendesak (urgen). Melalui aksi penggalangan dana dari uang receh warga, IKKA Aimas ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat melampaui sekat-sekat perbedaan suku, agama, dan antargolongan. 

Tidak berhenti pada penggalangan dana kebencanaan, IKKA Aimas juga telah merancang serangkaian kegiatan sosial berkelanjutan di Tanah Malamoi—tanah luhur masyarakat Moi. Salah satu agenda yang disiapkan adalah aksi kebersihan lingkungan secara berkala di wilayah Kabupaten Sorong.

Melalui berbagai kegiatan positif—termasuk partisipasi aktif dalam agenda daerah seperti karnaval budaya dan gerak jalan—IKKA Aimas berkomitmen menghadirkan citra positif serta mengikis stigma negatif di tengah masyarakat.

Selain itu, IKKA Aimas menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong dan aparat Kepolisian dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), menekan angka kriminalitas, serta mendukung kelancaran pembangunan daerah.

"Kami berharap pemerintah daerah terus melibatkan paguyuban-paguyuban warga dalam kegiatan positif. Mari kita sama-sama menjaga kamtibmas, toleransi antarumat beragama, dan merawat kedamaian di Kabupaten Sorong," pungkas Adipato Renuw. (Red)