Dari Papua Barat Daya Untuk Indonesia: Kelompok Tani Papua Produktif Sukses Sulap Nilam Jadi Emas Hijau
AIMAS, Melanesiapost – Semangat kemandirian ekonomi terpancar dari Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Hari ini, Sabtu (25/4/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung keberhasilan Kelompok Tani PAPUA PRODUKTIF dalam membudidayakan tanaman Nilam.
Di bawah kepemimpinan Paskalis Syufi, kelompok tani ini membuktikan bahwa lahan di Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk menghasilkan komoditas ekspor berkualitas tinggi
Perjalanan inspiratif ini dimulai pada tahun 2025, saat Kelompok Tani PAPUA PRODUKTIF menerima bantuan 30.000 bibit Nilam dari PT GAG NIKEL. Melalui ketekunan Paskalis dan anggotanya, bibit-bibit tersebut kini telah berkembang luas dan memasuki masa produktif.
"kami sangat berterimakasih kepada PT GAG Nikel yang telah membantu kami dengan bibit nilam sehingga kami dapat di berdayakan diatas tanah kami sendiri"ucapnya
Tidak hanya sekadar menanam, kelompok ini telah melangkah lebih jauh ke hilirisasi dengan membangun fasilitas penyulingan sederhana. Inovasi ini memungkinkan mereka mengolah daun nilam mentah menjadi minyak nilam (patchouli oil) berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih besar.
"Kami tidak ingin hanya menjual bahan mentah. Dengan penyulingan mandiri, kami bisa memastikan kualitas minyak yang dihasilkan memenuhi standar pasar nasional," ujar Paskalis Syufi di sela-sela kunjungan tersebut.
Keberhasilan kelompok ini telah menarik perhatian investor. Saat ini, PT REMPAH-REMPAH Indonesia telah resmi menjadi pembeli tetap (offtaker) yang siap menyerap seluruh hasil produksi minyak nilam dari kelompok PAPUA PRODUKTIF.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, kelompok ini menghadapi kendala klasik: keterbatasan lahan tanam. Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, Paskalis berharap adanya dukungan nyata dari dinas-dinas terkait untuk Perluasan area tanam untuk meningkatkan volume produksi serta Bantuan mekanisasi pertanian dan legalitas pemanfaatan lahan.
Kepala Dinas LH, Julian Kelly Kambu, menyatakan kekagumannya atas inisiatif kelompok ini. Beliau menekankan bahwa model pemberdayaan seperti ini adalah kunci untuk menghidupkan lahan-lahan tidur di Papua Barat Daya.
"Semangat PAPUA PRODUKTIF dengan moto 'Dari Papua Barat Daya Untuk Indonesia' harus menjadi pemantik bagi masyarakat lain. Ini adalah bukti nyata bahwa kita bisa berdaya di tanah sendiri," tegas Julian Kelly Kambu.
Dengan dukungan yang tepat, Nilam diproyeksikan akan menjadi komoditas unggulan baru yang mampu meningkatkan taraf hidup petani lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pertanian yang produktif.(Red)