Ketua Fraksi NasDem Soroti Makna Kemerdekaan Saat Bacakan Sumpah Pemuda di Sawiat
SAWIAT Melanesia post Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Distrik Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan, tidak hanya diwarnai dengan pelaksanaan upacara bendera. Momentum kemerdekaan tersebut juga menjadi ruang untuk kembali mengingat semangat persatuan pemuda yang menjadi salah satu fondasi perjuangan bangsa Indonesia.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sorong Selatan, Agustinus Kaliele, turut mengambil bagian dalam rangkaian peringatan tersebut. Usai upacara, Agustinus membacakan Teks Sumpah Pemuda di hadapan masyarakat dan peserta upacara di Distrik Sawiat.
Saat diwawancarai setelah pembacaan Sumpah Pemuda, Agustinus menegaskan bahwa peringatan HUT RI tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam kehidupan nyata masyarakat, terutama di wilayah-wilayah pedalaman Papua.
Bagi saya, membacakan Sumpah Pemuda setelah upacara HUT Republik Indonesia bukan sekadar membaca sebuah teks sejarah. Ini adalah pengingat bahwa bangsa ini dibangun dari semangat persatuan, dari keberanian para pemuda untuk menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa,” ujar Agustinus.
Ia mengatakan semangat tersebut harus terus hidup di tengah masyarakat Papua, khususnya generasi muda di Distrik Sawiat. Pemuda, kata dia, tidak boleh kehilangan arah dalam menghadapi perubahan zaman, tetapi harus menjadi kekuatan utama dalam membangun kampung, distrik dan daerah.
Pemuda harus mengambil peran. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan Anak-anak muda di Sawiat harus berani belajar, bekerja, berkarya dan menjaga daerahnya. Kemerdekaan yang kita rayakan hari ini harus memberikan makna nyata bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Agustinus juga mengingatkan pemerintah agar momentum HUT RI menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi masyarakat di daerah. Sebab, menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diukur dari upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati pembangunan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pelayanan pemerintahan secara adil.
Kita jangan hanya bicara tentang Indonesia merdeka, tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan dasar. Kemerdekaan harus hadir sampai ke kampung-kampung. Masyarakat di Sawiat juga memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan dan pelayanan negara,” tegasnya.
Ia menilai semangat Sumpah Pemuda sangat relevan untuk membangun persatuan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah. Perbedaan suku, marga, agama maupun latar belakang sosial, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.
Kita berbeda-beda, tetapi kita harus tetap bersatu. Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa kekuatan bangsa ini ada pada persatuan. Karena itu, generasi muda Papua harus menjadi pelopor persatuan, bukan menjadi bagian dari perpecahan,” ungkap Agustinus.
Sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sorong Selatan, ia juga mendorong agar pemerintah daerah terus memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan.
Menurutnya, pemuda di daerah memiliki potensi besar yang apabila diberikan ruang, pendidikan dan kesempatan yang cukup dapat menjadi motor penggerak perubahan di Sorong Selatan.
Jangan melihat pemuda hanya sebagai peserta kegiatan seremonial. Berikan mereka ruang untuk berbicara, berkreasi dan terlibat dalam proses pembangunan dan masa depan Sorong Selatan ada di tangan generasi muda,” ujarnya.
Agustinus berharap peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Distrik Sawiat dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam membangun Sorong Selatan.
Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan membangun masa depan daerah.
Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya. Mari kita jaga persatuan, kita rawat daerah kita, dan kita pastikan anak-anak muda Papua mempunyai masa depan di tanahnya sendiri. Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkas Agustinus Kaliele