Ketua Yayasan: STKIP Kristen Sorong Selatan Resmi Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat
TEMINABUAN, Melanesiapost — Yayasan STKIP Kristen Sorong Selatan menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kristen Sorong Selatan sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Frans Carl Kamma. Samuel Saflesa.,S.Th.M.,Th STKIP Kristen Sorong Selatan saat menerima kunjungan untuk melihat secara langsung kondisi kampus serta aktivitas perkuliahan yang berlangsung di STKIP Kristen Sorong Selatan.
Ketua Yayasan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan perkembangan perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Sorong Selatan kepada masyarakat.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena telah dikunjungi untuk melihat secara langsung kondisi dan aktivitas perkuliahan di kampus STKIP Kristen Sorong Selatan,” ujar Ketua Yayasan.
Ia menjelaskan, STKIP Kristen Sorong Selatan telah memperoleh Surat Keputusan (SK) izin penyelenggaraan pendirian perguruan tinggi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah Papua dan Papua Barat.
Menurutnya, SK pendirian tersebut diserahkan oleh Kepala LLDikti Wilayah Papua dan Papua Barat pada 22 Juni 2023 di Sorong Selatan. Setelah memperoleh izin tersebut, STKIP Kristen Sorong Selatan mulai menjalankan kegiatan sebagai perguruan tinggi dan membuka penerimaan mahasiswa baru.
Ketua Yayasan menjelaskan, pada tahun akademik 2024, STKIP Kristen Sorong Selatan menerima mahasiswa angkatan pertama sebanyak 54 orang.
Kemudian pada tahun 2025, kampus kembali menerima mahasiswa baru sebanyak 24 orang. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang telah bergabung disebut mencapai 86 orang, sementara pada tahun akademik 2026, STKIP Kristen Sorong Selatan telah membuka penerimaan mahasiswa angkatan ketiga.
“Angkatan pertama kami rencanakan akan menyelesaikan studi pada tahun 2027–2028. Sebanyak 86 mahasiswa yang telah bergabung menjadi modal awal bagi perkembangan kampus ini ke depan,” jelasnya.
Saat ini STKIP Kristen Sorong Selatan menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Program studi tersebut didukung tenaga dosen dengan kualifikasi akademik Sarjana (S1) dan Magister (S2) sesuai bidang keilmuan.
Pihak yayasan memastikan proses pembelajaran dilaksanakan oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya sehingga mahasiswa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan ketentuan akademik.
Menurut Ketua Yayasan, kehadiran STKIP Kristen Sorong Selatan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.
Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan penting. Sebagian masyarakat bekerja sebagai petani dengan kemampuan ekonomi terbatas. Ketika anak harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar daerah, orang tua tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga biaya transportasi, tempat tinggal, konsumsi, dan kebutuhan lainnya.
Dengan hadirnya perguruan tinggi di Sorong Selatan, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi di daerah sendiri.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu meragukan kualitas kampus ini. Lulusan STKIP Kristen Sorong Selatan dipersiapkan untuk menjadi guru yang siap mengajar dan mendidik generasi muda di Kabupaten Sorong Selatan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan program pendidikan keguruan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan tenaga pendidik di Sorong Selatan, terutama seiring adanya guru yang memasuki masa pensiun.
Saat ini STKIP Kristen Sorong Selatan beralamat di Kelurahan Anggohot, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan. Pihak yayasan terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan akademik.
Ketua Yayasan Semuel Saflesa,S.Th,M.Th Frans Carl Kamma mengakui bahwa STKIP Kristen Sorong Selatan masih tergolong sebagai perguruan tinggi yang relatif baru sehingga masih membutuhkan proses untuk berkembang.
“Ibarat seorang anak kecil, kami masih dalam tahap belajar dan bertumbuh. Namun kami yakin dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan kampus ini akan berkembang dan mampu sejajar dengan perguruan tinggi lain yang lebih dahulu berdiri,” ungkapnya.
Karena itu, pihak yayasan berharap adanya dukungan dari Kementerian Pendidikan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, terutama dalam mendukung kebutuhan operasional, kesejahteraan dosen, kegiatan akademik, serta pembangunan sarana dan prasarana kampus.
Ketua Yayasan Frans Carl Kamma juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sorong Selatan, termasuk masyarakat dari berbagai suku yang berada di wilayah tersebut, untuk bersama-sama mendukung keberadaan Susance Saflesa, S.Th., M.Si. ketua STKIP Kristen Sorong Selatan.
Menurutnya, perguruan tinggi di daerah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sorong Selatan untuk mendukung dan memanfaatkan keberadaan STKIP Kristen Sorong Selatan sebagai perguruan tinggi yang hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua,” tutupnya.(Red)