Lestarikan Budaya Malamoi, Sanggar SVA Gelar Pelatihan Tari Srar dan Mamfik Wi di Kota Sorong

Lestarikan Budaya Malamoi, Sanggar SVA Gelar Pelatihan Tari Srar dan Mamfik Wi di Kota Sorong

SORONG, Melanesiapost — Sanggar Seni Budaya SVA Akustik resmi menggelar Pelatihan dan Pementasan Tari Adat Srar (Tumbu Tanah) serta Tari Mamfik Wi (Babat Kebun) di Gedung Sanggar Papphi Billi Malamoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (25/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk melestarikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) melalui Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Papua Barat Daya.


Pamong Budaya BPK Papua Barat Daya, Moh. Ludfidianto, S.Ant., mewakili Kepala BPK, membuka acara secara resmi dan menekankan pentingnya sinergi tiga pilar pemajuan kebudayaan sesuai UU No. 5 Tahun 2017: Pemerintah Pusat, Daerah, dan Masyarakat.

"Kota Sorong memiliki peran vital sebagai gerbang utama menuju Semenanjung Kepala Burung dan Raja Ampat. Penyediaan ruang publik budaya yang representatif sangat urgen agar dapat mewadahi ekspresi maestro lokal sekaligus menjadi sarana edukasi identitas bagi generasi muda dan daya tarik wisata internasional," ujar Ludfidianto.

dalam kesempatan yang sama Budayawan Malamoi sekaligus perwakilan Pemkab Sorong, Luther Salamala, menggarisbawahi pentingnya melestarikan tarian adat Suku Moi di wilayah adat Domberai agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya.

"Warisan tari tradisional ini harus diturunkan kepada generasi berikut agar mereka tidak kehilangan jati diri. Selain menjaga keasliannya, sanggar juga perlu melakukan kreasi dan inovasi agar anak muda tidak merasa ketinggalan zaman," tegas Luther.


Ia mengapresiasi dukungan BPK Wilayah 23 serta Pemprov Papua Barat Daya dan mengingatkan sanggar agar memiliki manajemen yang baik. "Pembinaan tidak boleh berhenti saat ada kegiatan saja, tetapi harus berkelanjutan melalui dinamika latihan gerak dan lagu secara konsisten."

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Marthen Iek, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Sanggar SVA dan kolaborasi BPK di wilayahnya.

"Kegiatan ini sangat membantu dinas dalam proses pelestarian serta pendataan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) untuk diusulkan sebagai warisan budaya daerah maupun nasional. Keberadaan kantor BPK di wilayah kami mempercepat pemilahan data kebudayaan pascamekar dari Papua Barat," jelas Marthen.

Melalui pelatihan ini, Sanggar Seni Budaya SVA berkomitmen terus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam merawat akar budaya Papua di tengah arus modernisasi.(Red)