Pelaku Taman Wisata Kableki Kecewa: Janji Bupati Sorsel Tak Kunjung Direalisasikan
Teminabuan Melanesia post Pelaku usaha wisata Sungai Kohoin Taman Wisata Kableki, Kaka Darwin Kondororik, mengaku kecewa karena bantuan yang sebelumnya dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan hingga kini belum juga direalisasikan.
Darwin mengatakan, janji tersebut disampaikan saat Bupati Sorong Selatan membuka kegiatan seminar bertajuk “Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Sorong Selatan Berdaya Saing Memacu Semangat Berinovasi bagi Pemuda yang berlangsung di Gedung Serbaguna Jothlely Matatula, Klasis GKI Teminabuan, pada awal Agustus 2025 tahun lalu.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah memberikan apresiasi kepada pelaku usaha wisata, termasuk Kaka Darwin namun menurutnya, apresiasi tersebut belum diikuti dengan realisasi bantuan sebagaimana yang telah disampaikan terima kasih karena Bupati su berikan perhatian, tapi barang itu belum datang ini kayu su lapuk semua, baru kita mo kembangkan beberapa spot lagi,” tegas Kaka Darwin.
Ia menjelaskan, kondisi sejumlah fasilitas di Taman Wisata Kableki saat ini mulai membutuhkan perhatian. Beberapa kayu dan papan telah lapuk, sementara cat pada sejumlah bagian mulai memudar. Selain itu, ia masih ingin mengembangkan beberapa titik atau spot wisata agar kawasan tersebut semakin menarik bagi pengunjung.
Proposal Sudah Diserahkan, Bupati Disebut Telah Memberikan Disposisi
Kaka Darwin juga memastikan dirinya telah menjalankan prosedur administrasi dengan menyerahkan proposal bantuan kepada pemerintah.
Ia mengaku bahkan telah bertemu langsung dengan Bupati Sorong Selatan untuk menyerahkan proposal senilai Rp50 juta, sesuai dengan nominal bantuan yang sebelumnya disampaikan secara simbolis dan saya sudah antar langsung, ketemu dan serahkan untuk Ibu Bupati di Maratua. Terus Ibu sudah kasi disposisi. Lalu saya tunggu lama sampai sekarang. Saya su cape lagi. Keluarga dan masyarakat tanya-tanya saya juga bingung mo jawab apa,” ungkapnya.
Menurut Darwin, setelah proposal diserahkan dan mendapat disposisi, dirinya memilih menunggu proses pemerintah. Namun, hingga waktu yang cukup panjang, bantuan yang diharapkan belum juga diterima kondisi tersebut, kata dia, membuat dirinya berada dalam posisi sulit ketika masyarakat maupun keluarga mempertanyakan perkembangan bantuan yang sebelumnya telah disampaikan secara terbuka.
Terpaksa Berutang untuk Renovasi
Karena kondisi fasilitas wisata semakin membutuhkan perbaikan, Kaka Darwin mengaku akhirnya mengambil langkah sendiri dengan menggunakan dana pinjaman untuk melakukan renovasi.
Sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan mulai diperbaiki, termasuk membayar tenaga pekerja yang membantu proses pembangunan kemarin saya tunggu proposal sampai lama. Makanya saya kredit itu yang bangun di bawah dan atas sebagian.
Abis tong mo tunggu dorang juga susah, tong berusaha saja bikin bagus taman. Kalau barang hancur atau rusak nanti orang bilang torang ini tidak mampu, tidak sanggup begitu,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan bukan karena dirinya mengabaikan proses pemerintah, melainkan karena kondisi Taman Wisata Kableki harus tetap dijaga agar tidak semakin rusak dan mengecewakan pengunjung.
Menurutnya, keberadaan taman wisata tersebut tidak hanya berkaitan dengan usaha pribadi, tetapi juga menjadi salah satu bagian dari potensi wisata yang dapat dikembangkan di Sorong Selatan.
Darwin berharap Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dapat memberikan kejelasan mengenai bantuan yang sebelumnya telah disampaikan dan dipublikasikan kepada masyarakat.
Ia meminta pemerintah tidak mengabaikan pelaku usaha wisata kecil yang berupaya mengembangkan potensi wisata daerah dengan keterbatasan modal dan Saya harap supaya Pemerintah tidak tutup mata dan diam.” tutupnya.(GK)