Pemuda Maybrat Sulap Rumah Adat Jadi Homestay Modern, Gerakkan Ekonomi Desa Wisata Teluk Johwatir
Maybrat, Melanesiapost — Pemuda di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, mengambil langkah proaktif dalam mendorong perekonomian lokal melalui pemanfaatan potensi pariwisata. Dipimpin oleh pemuda setempat, kelompok pengelola Desa Wisata Teluk Johwatir mengembangkan homestay berbasis rumah adat tradisional untuk menyambut wisatawan di kawasan Danau Ayamaru.
Ketua Pengelola Desa Wisata Teluk Johwatir, Jembrisson Sentuf, mengungkapkan bahwa pembentukan pengelola desa wisata ini berawal dari keresahan anak muda terkait tingginya angka pengangguran. Kehadiran pusat pemerintahan kabupaten dan Provinsi Papua Barat Daya dipandang sebagai momentum yang harus dimanfaatkan untuk menciptakan peluang kerja bernilai positif.
"Kesiapan dari anak muda ini kita harus menjemput bola. Gerakan ini dibuat agar anak-anak muda aktif dan tidak pasif terjerumus ke hal-hal negatif seperti miras. Kita bentuk kelompok pengelola desa wisata agar bisa meningkatkan UMKM lokal dan menghidupkan kreativitas pemuda," ujar Jembrisson di Ayamaru, Maybrat.
Dalam pelaksanaannya, pembentukan kelompok pengelola yang beranggotakan 8 orang ini mendapat dukungan resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Maybrat. Fokus utama mereka saat ini adalah pelestarian rumah adat tradisional Maybrat yang difungsikan sebagai fasilitas penginapan (homestay).
Sebagai seorang yang berlatar belakang arsitek, Jembrisson menjelaskan bahwa homestay yang dibangun menerapkan konsep arsitektur tradisional pada eksterior, namun dilengkapi interior modern. Langkah ini diambil untuk melestarikan identitas budaya sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung.
"Secara eksterior kita mempertahankan nilai-nilai leluhur dari cara membangun, tetapi di dalamnya kita menggunakan fasilitas modern seperti tempat tidur dan kasur yang memadai. Bahan yang digunakan 100 persen alami dari lingkungan, seperti kayu buah, kulit kayu, dan atap dari daun sagu," jelasnya.
Pembangunan rumah adat ini juga melibatkan para tetua adat guna mentransfer pengetahuan teknis arsitektur lokal kepada generasi muda, seperti teknik menganyam, pembuatan atap, hingga peletakan dasar struktur.
Jembrisson menerangkan bahwa arsitektur Maybrat memiliki kekhasan tersendiri dibanding wilayah lain. Terdapat beberapa jenis rumah adat, di antaranya Rumah Harit yang biasa dibangun di pohon atau darat untuk aktivitas berbudidaya/berkebun, serta Rumah Smambu yang didirikan di sekitar danau sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi nelayan. Homestay yang kini dibangun mengadopsi model Rumah Smambu berukuran 4x6 meter dengan kapasitas tampung 15 hingga 20 orang.
Desa Wisata Teluk Johwatir yang terletak di Ayamaru kota, Distrik Ayamaru, menawarkan beragam daya tarik. Selain pemandangan Danau Ayamaru, wisatawan dapat menikmati wisata mengelilingi pulau menggunakan perahu tradisional, memancing, hingga mengamati keanekaragaman hayati seperti enam jenis ikan lokal, termasuk spesies endemik Rainbowfish (ikan pelangi/ikan hias).
Untuk mempermudah akses ke area danau yang berdebit air tinggi, pengelola juga membangun fasilitas jembatan penyeberangan bagi para pengunjung. Saat ini, kesiapan fasilitas penunjang di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Meski masih menghadapi keterbatasan dalam hal jangkauan promosi, pengelola optimis desa wisata ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru. Keberhasilan pengelolaan ini bahkan telah memberi kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
"Pada kurun waktu 2024–2025, kami telah menyetorkan pajak sebesar Rp5 juta kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Maybrat yang bersumber dari hasil pengelolaan desa wisata. Ini bukti bahwa sektor ini memiliki peluang besar," ungkap Jembrisson.
Ia mengajak para wisatawan, pelancong, hingga komunitas otomotif yang melakukan perjalanan ke Maybrat untuk datang dan merasakan langsung pengalaman budaya serta keindahan alam di Teluk Johwatir. "Jika ingin mengenal budaya Maybrat secara mendalam, kami menyarankan untuk turun langsung ke lapangan agar mendapatkan edukasi dan informasi yang detail," pungkasnya.(Red)