Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 'Now For Climate': Bumi Bukan Lagi Panas, Tapi Mendidih!
SORONG, melanesiapost – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar rangkaian aksi nyata selama sepekan terakhir. Melalui tema global tahun 2026, "Now For Climate" atau "Saatnya Bekerja untuk Iklim", serangkaian kegiatan edukasi hingga konservasi masif dilakukan di wilayah Kota dan Kabupaten Sorong.
Seluruh rangkaian agenda ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si. Pria yang akrab disapa "Pace Lingkungan" ini turun langsung ke lapangan untuk memastikan pesan perlindungan iklim sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Aksi sepekan ini diawali dengan pendekatan humanis kepada para pedagang kayu mangrove di seputaran Jalan Basuki Rahmat KM 8, Kota Sorong. DLH PBD memberikan sosialisasi mendalam mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng pesisir dan penyerap karbon.
Agar edukasi berjalan efektif tanpa mematikan ekonomi warga, sosialisasi ini juga disertai dengan pembagian bantuan sembako kepada para pedagang.
Tidak berhenti pada ekosistem pesisir, gerakan peduli iklim ini berlanjut ke wilayah daratan. DLH PBD melaksanakan pembagian bibit pohon gratis sekaligus melakukan aksi penanaman pohon bersama di kawasan Aimas, Kabupaten Sorong. Langkah ini diharapkan mampu memperluas ruang terbuka hijau dan menjaga ketersediaan air tanah di Papua Barat Daya.
Menyasar generasi muda, Julian Kelly Kambu dan timnya juga menyambangi berbagai sekolah untuk mengenalkan inovasi pengelolaan sampah. Mereka mengampanyekan pemanfaatan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) sebagai solusi biologis yang efektif untuk mengurai sampah organik. Edukasi ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus membentuk karakter sadar lingkungan sejak dini.
Kepada media, Kepala DLH PBD Julian Kelly Kambu menegaskan bahwa tema "Now For Climate" bukan sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan darurat bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk segera bertindak.
"Saatnya Papua Barat Daya bekerja untuk iklim. Kita tidak bisa lagi menunda-nunda, sebab bumi kita saat ini sudah tidak panas lagi, melainkan sudah mendidih," ujar Pace Lingkungan dengan nada tegas.
Ia menambahkan, keterlibatan semua pihak—mulai dari pedagang, pelajar, hingga masyarakat umum—adalah kunci utama agar dampak perubahan iklim global dapat diredam, dimulai dari aksi lokal di Provinsi Papua Barat Daya.(Redaksi)