TPNPB-OPM Sorong Raya Klaim Serang Truk TNI di Maybrat, Dua Personel Tertembak
Sorong, Melanesiapost — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap truk yang membawa rombongan aparat TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dalam aksi tersebut, mereka mengklaim berhasil menembak dua personel militer.
Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai insiden tersebut dari Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk. Penyerangan dilaporkan terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIT.
"Pasukan berhasil melakukan penyerangan terhadap truk militer di tengah jalan, sekitar 4 kilometer dari Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat" kata Sebby dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Kamis (4/6/2026).
Menurut pihak TPNPB, serangan tersebut memicu kontak tembak yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIT. Barnabas Muk melaporkan bahwa aksi ini melibatkan sejumlah pimpinan lapangan, termasuk Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Mayor Manfred Fatem, Komandan Batalyon Aikiyu Matias Aisyasor, serta pasukan dari sembilan batalyon yang disiagakan di wilayah tersebut.
Selain mengklaim adanya korban tembak di pihak TNI, TPNPB-OPM juga menyoroti situasi pasca-kontak senjata. Mereka mengatakan aparat militer mendirikan pos tanpa izin di pemukiman warga sipil di Kabupaten Maybrat, yang menurut mereka memicu ketakutan dan trauma bagi penduduk setempat.
TPNPB mengimbau seluruh pasukan di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) untuk terus menjaga hak-hak masyarakat adat dan sumber daya alam Papua.
Pihak TPNPB Kodap IV Sorong Raya bahkan menegaskan telah menetapkan wilayah perang di kawasan Maybrat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tambrauw dan Teluk Bintuni. Mereka menyatakan akan terus melakukan perlawanan bersenjata hingga tuntutan kemerdekaan Papua diakui oleh pemerintah Indonesia.
"Kami tetap berjuang sampai Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua. Negara masih terus melakukan perampasan eksploitasi sumber daya alam Papua tanpa menghargai hak masyarakat adat," tulis pernyataan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, klaim dari TPNPB-OPM mengenai penyerangan truk rombongan maupun adanya dua personel TNI yang tertembak tersebut belum ada keterangan resmi dari pihak TNI. (RED)