Polda Papua Barat Daya Rangkul Komunitas Anak Jalanan Sorong demi Jaga Kamtibmas

Polda Papua Barat Daya Rangkul Komunitas Anak Jalanan Sorong demi Jaga Kamtibmas

AIMAS, Melanesiapost – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui agenda silaturahmi bersama puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Anak Jalanan (AJ) Kabupaten Sorong di Aimas, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang fokus pada pembahasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta sinergitas menekan angka kriminalitas ini dipimpin langsung oleh Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Kasat Intelkam Polres Sorong.

Kombes Pol. Angling Guntoro menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya. Menurutnya, Polri berkomitmen membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Melalui dialog dan silaturahmi ini, kami berupaya memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Kombes Pol. Angling.

Sementara itu, Ketua Komunitas AJ Kabupaten Sorong, Kris Sefle, menyambut baik langkah humanis yang dilakukan kepolisian. Ia menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Polda Papua Barat Daya dan Polres Sorong dalam menekan angka kriminalitas.

Meski demikian, Kris juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah para pemuda di komunitasnya. Ia menyoroti masih minimnya program pemberdayaan pemuda dari pemerintah maupun pihak terkait, khususnya bagi mereka yang berstatus mantan narapidana.

"Anggota kami banyak yang merupakan mantan narapidana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. Kami berharap ada program pemberdayaan ekonomi, karena tanpa adanya pekerjaan yang layak, dikhawatirkan sewaktu-waktu mereka bisa terjerumus kembali ke dunia kriminal," ungkap Kris secara terbuka.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum yang kaku, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang humanis dan siap mendengarkan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkokoh persatuan serta menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Sorong dan Papua Barat Daya secara umum.(Red)