Puluhan Siswa dan Guru di Sorong Diduga Keracunan Program MBG, Operasional SPPG Malaimsimsa Dihentikan Sementara
SORONG, Melanesiapost — Puluhan siswa dan guru SMP Muhammadiyah Al-Amin KM 10 Kota Sorong mengalami gejala mual, muntah, hingga buang air besar terus-menerus yang diduga akibat keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Satgas MBG Kota Sorong, Rudi Laku, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan insiden tersebut dari Dinas Kesehatan dan pihak sekolah pada siang hari setelah sejumlah siswa menunjukkan gejala keracunan.
Berdasarkan data penanganan, sebanyak 26 siswa dan 5 guru terdata mengalami gejala:
- 8 Siswa, Mengalami gejala cukup berat dan dirujuk ke RS Sele Be Solu untuk menjalani observasi ketat.
- 18 Siswa dan 5 Guru, Mendapatkan penanganan medis langsung di sekolah dan telah diperbolehkan pulang.
Sebagai langkah cepat, Satgas MBG Kota Sorong menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Bergizi (SPBG) Malaimsimsa Klabulu setelah melakukan peninjauan lapangan terkait proses memasak, standar operasional prosedur (SOP), hingga pemeriksaan peralatan bersama tim gizi.
Rudi Laku menjelaskan bahwa SPBG Malaimsimsa Klabulu sebenarnya melayani lebih dari 3.000 porsi makanan untuk 10 sekolah. Namun, insiden kesehatan ini hanya dialami oleh siswa dan guru di SMP Muhammadiyah Al-Amin. Makanan yang dikonsumsi para korban diduga merupakan menu yang dibagikan sehari sebelumnya.
Guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, sampel makanan dikirim ke laboratorium di Makassar.
"Ada beberapa jenis bakteri yang belum bisa diuji di Sorong secara menyeluruh. Karena itu, sampel harus dibawa ke Makassar agar kita mendapatkan data yang akurat mengenai jenis bakteri pencemar," ujar Rudi.
Ia menambahkan, pembukaan kembali SPBG Malaimsimsa Klabulu masih menunggu hasil uji laboratorium serta arahan resmi dari Satgas MBG Pusat. Pihak penyedia dan ahli gizi juga diminta untuk menganalisis titik cemaran guna mengevaluasi seluruh tahapan produksi makanan.
Menanggapi keprihatinan yang dirasakan para wali murid, Rudi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini dan mengimbau agar para orang tua tetap tenang selama proses medis berjalan.
"Kami tentu sangat prihatin dan tidak mengharapkan hal ini terjadi. Kami ingin anak-anak kita tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus yang cerdas. Saat ini tim medis sedang melakukan observasi serta langkah-langkah terbaik untuk memulihkan kondisi anak-anak kita," pungkasnya.(Red)